MURIANETWORK.COM - Mantan manajer Manchester United, Ruben Amorim, dinilai telah membuat sejumlah keputusan kontroversial selama masa jabatannya yang singkat di Old Trafford. Analisis tajam terhadap salah satu pilihan terburuknya kini datang dari legenda klub, Gary Neville. Amorim sendiri telah dipecat bulan lalu setelah hanya bertahan 14 bulan, meninggalkan klub di luar zona Liga Champions meski ada sedikit peningkatan di awal musim ini.
Masa Jabatan Singkat yang Penuh Gejolak
Ruben Amorim tiba di Manchester dengan bekal reputasi mentereng, setelah sukses membawa Sporting CP meraih dua gelar liga. Namun, atmosfer di Premier League ternyata jauh lebih keras. Pelatih asal Portugal itu tampak kesulitan beradaptasi, yang tercermin dari hasil akhir musim lalu yang mengecewakan: finis di posisi ke-15. Meski sempat membawa United ke final Liga Europa, kekalahan dari Tottenham mengubur harapan untuk meraih trofi penyelamat.
Tekanan terhadap dewan klub yang dilancarkan Amorim beberapa hari sebelum pemecatannya justru dianggap mempercepat keputusannya. Bagi banyak pengamat, langkah itu menunjukkan keputusasaan. Gary Neville, misalnya, secara umum menyetujui keputusan pemecatan tersebut. Menurut analisis mantan kapten Setan Merah itu, klub memang tak punya pilihan lain melihat performa tim yang tak kunjung meyakinkan.
Kesalahan Fatal dalam Menangani Kobbie Mainoo
Di antara semua kontroversi, Neville menilai kesalahan paling mencolok Amorim justru terletak pada penanganannya terhadap bintang muda, Kobbie Mainoo. Gelandang berusia 20 tahun itu adalah salah satu cerita sukses musim lalu, bersinar di bawah Erik ten Hag dan bahkan tampil gemilang bersama Inggris di Euro 2024. Namun, nasibnya berubah drastis begitu Amorim mengambil alih.
Amorim sempat berargumen bahwa Mainoo bersaing untuk posisi yang sama dengan kapten Bruno Fernandes, sebuah pernyataan yang langsung menuai kritik. Akibatnya, Mainoo kerap duduk di bangku cadangan dan bahkan sempat ingin meninggalkan klub dengan status pinjaman. Situasi itu berbalik seratus delapan puluh derajat pasca pemecatan Amorim.
“Kobbie Mainoo bahkan tidak mendapat kesempatan di bawah Ruben,” ujar Neville dalam podcast Stick to Football.
“Jika Anda memikirkannya sekarang dan melihat Mainoo di tim ini, itu terlihat seperti keputusan terburuk yang dibuat Ruben Amorim,” lanjutnya.
Artikel Terkait
John Herdman Main Bola di Pantai Mandalika Usai Tugas FIFA Series
Bhayangkara FC Bidik Balas Dendam atas Persija di Kandang Sendiri
Gaji Bernardo Silva Jadi Kendala Utama Juventus dalam Perburuan Transfer
FIGC Berburu Pengganti Gattuso, Allegri, Conte, dan Mancini Jadi Kandidat Utama