Trump Ingatkan Iran Soal Konsekuensi Jelang Pembicaraan Nuklir di Jenewa

- Selasa, 17 Februari 2026 | 11:45 WIB
Trump Ingatkan Iran Soal Konsekuensi Jelang Pembicaraan Nuklir di Jenewa

Donald Trump kembali mengingatkan Iran soal 'konsekuensi' yang bakal mereka hadapi. Peringatan keras dari Presiden Amerika Serikat itu dilontarkan tepat menjelang pembicaraan AS dengan Republik Islam Iran di Jenewa, Selasa (17/2).

Dalam perjalanannya menuju Washington, Trump sempat berbicara dengan para wartawan. Ia mengaku akan terlibat, meski secara tidak langsung.

"Saya akan terlibat dalam pembicaraan itu, secara tidak langsung," ujarnya, seperti dilansir AFP, Selasa (17/2/2026).

Lalu, dengan nada khasnya, ia menambahkan, "Saya tidak berpikir mereka menginginkan konsekuensi jika tak mencapai kesepakatan."

Peringatan itu bukan kali pertama. Trump sudah beberapa kali mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap Teheran. Latar belakangnya beragam, mulai dari penindakan brutal terhadap protes dalam negeri Iran hingga yang paling anyar: kekhawatiran dunia terhadap program nuklir mereka.

Nah, pembicaraan Selasa nanti akan dimediasi oleh Oman. Agendanya tentu berat.

Di satu sisi, AS dan sekutunya di Eropa punya kekhawatiran mendalam. Mereka yakin program nuklir Iran punya tujuan terselubung: membuat bom. Meski begitu, Teheran selalu membantah tudingan itu. Mereka bersikeras programnya hanya untuk damai.

Masalahnya, AS punya daftar panjang isu yang ingin dibahas. Tak cuma nuklir, tapi juga misil balistik Iran dan dukungannya pada berbagai kelompok bersenjata di kawasan Timur Tengah yang kerap memicu ketegangan.

Menariknya, ada sedikit sinyal dari Iran menjelang pertemuan. Lewat Kementerian Luar Negeri-nya, mereka menyebut posisi AS dalam masalah nuklir mulai "bergerak ke arah yang lebih realistis." Sebuah pernyataan yang mungkin bisa dibaca sebagai angin segar, atau sekadar diplomasi biasa.

Namun begitu, jalan menuju kesepakatan pasti tak mulus. Kita masih ingat, upaya negosiasi sebelumnya berakhir ricuh. Saat itu, Israel melancarkan serangan ke Iran yang memicu perang singkat selama hampir dua pekan. Tak lama setelahnya, AS membom situs nuklir Iran. Kenangan pahit itu pasti masih membayangi meja perundingan di Jenewa.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar