Rabu malam lalu, langit Padang tiba-tiba ramai. Bukan oleh hujan, melainkan oleh cahaya biru misterius yang melingkar. Fenomena itu langsung viral di media sosial, banyak yang berspekulasi itu adalah aurora yang nyeleneh muncul di Sumatera Barat.
Tapi, jangan salah sangka dulu. Menurut Decky Irmawan, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, kemungkinan itu aurora nyaris nol. "Bukan aurora," tegasnya. Penjelasannya jauh lebih sederhana dan berkaitan dengan aktivitas kita di bumi.
Jadi, apa sebenarnya yang terjadi? Intinya adalah pantulan. Decky memaparkan, sumber cahaya kuat dari darat bisa lampu stadion, sorot proyek, atau lampu jalan menyambar ke lapisan awan rendah. Nah, awan itu sendiri mengandung kristal es atau butiran air yang padat, sehingga berfungsi seperti cermin raksasa di langit.
Kondisi cuaca saat itu memang mendukung. Cerah berawan dengan awan rendah menggantung, skenario sempurna untuk terciptanya polusi cahaya yang spektakuler. Lalu, kenapa bisa mirip aurora yang bergoyang dan berwarna-warni?
Artikel Terkait
Pras Tegaskan RUU Disinformasi Masih Wacana, Fokus pada Tanggung Jawab Platform
Arab Saudi Tegaskan Tolak Jadi Pangkalan Serangan AS ke Iran
AHY Paparkan Tiga Pilar Utama Pemulihan Pascabencana Sumatera
Sholat Rajin, Tapi Korupsi Jalan: Ustadz Hilmi Soroti Kualitas Ibadah Pejabat