Sekolah Garuda Buka Lowongan Guru, Tunjangan Khusus untuk Daerah Terpencil

- Selasa, 03 Februari 2026 | 19:00 WIB
Sekolah Garuda Buka Lowongan Guru, Tunjangan Khusus untuk Daerah Terpencil

Di gedung DPR, Selasa (3/2) lalu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto membeberkan perkembangan terbaru soal Sekolah Garuda. Proyek unggulan pemerintah ini mulai bergerak. "Sekarang kan sedang kita rekrutmen guru," ucap Brian, membuka penjelasannya.

Rekrutmen itu, menurutnya, ditujukan untuk mencari pengajar-pengajar berprestasi. Tak main-main, mereka akan diberi tunjangan lebih. Alasannya jelas: para guru ini akan ditugaskan di daerah-daerah yang masih sepi, jauh dari keramaian kota. "Jadi mereka pasti berkorban lebih," tutur Brian.

Soal lokasi, empat dari target dua puluh gedung sekolah sudah mulai disiapkan. Bangunannya tersebar di Bangka Belitung Timur, NTT, Konawe, dan Kaltara. Rencananya, tahun ajaran perdana baru akan dimulai pertengahan 2026. Jadi masih ada waktu untuk mematangkan segala persiapan.

Brian menekankan, Sekolah Garuda memang diprioritaskan untuk daerah yang dinilai masih tertinggal dalam hal pendidikan. Konsepnya pun full asrama. Targetnya ambisius: menyiapkan siswa-siswa terpilih agar mampu bersaing di kampus-kampus top dunia.

"Kita juga akan membuat agar para siswanya ini diberikan pendidikan yang berstandar internasional," jelasnya.

Standar nasional tetap dipenuhi, tapi kurikulumnya didesain lebih maju. Harapannya, metode seperti ini bisa jadi jalan bagi anak-anak daerah yang punya talenta untuk mendapat fasilitas terbaik. Pada akhirnya, mereka diharapkan menjadi SDM unggul yang penyebarannya lebih merata di seluruh Indonesia.

Nah, untuk mewujudkan itu, kualitas guru jadi kunci. Brian berharap para pengajar yang direkrut memiliki kemampuan tinggi, termasuk dalam berbahasa Inggris.

"Harapannya sih nanti dia akan berbahasa Inggris. Tapi kan ini baru pertama, kita akan lihat seperti apa ketersediaan SDM-nya," katanya.


Halaman:

Komentar