Meski begitu, ia cukup optimis. Dari pengecekan yang dilakukan, tidak sedikit guru mata pelajaran yang kemampuan Inggrisnya sudah baik.
Selain mengandalkan guru berkualitas, skema pendampingan juga disiapkan. Tiap Sekolah Garuda nantinya akan didampingi oleh kampus terdekat. Kerjasama ini memungkinkan proses upgrading bagi para guru berjalan lebih mulus.
Lalu, bagaimana dengan kelanjutan studi lulusannya?
Brian menyebutkan akan ada beberapa skenario. Ada yang jika memang sudah sangat siap, bisa langsung dikirim ke universitas luar negeri. Namun, bagi yang belum sepenuhnya memenuhi kualifikasi tapi punya potensi bagus, disiapkan jalur double degree.
"Jadi misalnya ada yang ke UI nanti dengan ke kampus di Australia, Melbourne, misal dengan ITB nanti dua tahun di ITB dua tahun di MIT gitu," tambahnya, memberi contoh.
Semua skenario ini, kata Brian, disiapkan agar hasilnya sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Intinya, talenta-talenta terbaik dari daerah harus difasilitasi untuk tumbuh. Khususnya, menjadi SDM unggul Indonesia di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).
"Seperti harapan Bapak Presiden," tandasnya menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
Babah Alun: Bergabung dengan Board of Peace Bawa Indonesia Lebih Diperhitungkan
Wapang TNI Desak Pembangunan Koperasi Merah Putih Dikebut
KPK Hadapi Kebuntuan, Biro Haji Ogah Buka Suara Soal Kuota Tambahan
Mendagri Tito Karnavian Langsung Sambangi Rumah Duka Istri Hoegeng