Kabar duka datang dari keluarga besar Bhayangkara. Meriyati Roeslani Hoegeng, istri almarhum Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, telah berpulang. Perempuan yang dikenal sebagai teladan bagi Ibu-ibu Bhayangkari ini wafat dalam usia 100 tahun, setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta.
Rumah duka di Pesona Khayangan Estate, Depok, pun ramai didatangi pelayat. Di antara mereka, tampak sosok Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian. Ia datang didampingi Wakil Mendagri Akhmad Wiyagus, Selasa (3/2/2026) lalu.
“Kami menyampaikan turut berduka sedalamnya, atas nama pribadi, keluarga, juga atas nama institusi Kementerian Dalam Negeri,” ujar Tito dengan suara lirih.
Rupanya, kedatangannya itu langsung dari bandara. Sebelumnya, Tito yang juga mantan Kapolri itu baru saja menyelesaikan kunjungan kerja ke Aceh Tamiang sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sumatera.
“Saya baru pulang dari Aceh dengan Pak Wiyagus ini, kami menengok tempat bencana di Aceh Tamiang, langsung dari turun pesawat, langsung kita ke sini [rumah duka],” tandasnya.
Keprihatinannya terasa begitu dalam. Bagi Tito, sosok Jenderal Hoegeng adalah panutan yang selalu menginspirasi. Begitu pula dengan almarhumah Meriyati. Ia dikenal sebagai sosok pendamping yang kuat dan kerap diundang dalam acara-acara penting Polri. Figurnya menjadi inspirasi nyata bagi segenap jajaran.
Di akhir sambangnya, Mendagri menyampaikan harapan. Ia berdoa agar almarhumah ditempatkan di sisi terbaik Sang Pencipta. Sebuah penghormatan terakhir untuk seorang perempuan yang telah menyaksikan dan melewati begitu banyak zaman.
Artikel Terkait
Kapal Kargo Tabrak Perahu Nelayan di Perairan Kalianda, Satu Orang Hilang
Aston Villa Wajib Menang di Kandang demi Balas Defisit atas Nottingham Forest di Semifinal Liga Europa
Korban Curanmor Diteriaki Begal saat Minta Tolong, Pelaku Mengaku Polisi
Freiburg vs Braga: Duel Sengit Perebutan Tiket Final Europa League di Europa-Park Stadion