Penyelidikan KPK soal kasus kuota haji tambahan ternyata masih menemui kendala. Tampaknya, beberapa biro perjalanan haji dan umrah enggan bicara blak-blakan. Mereka ragu, atau mungkin takut, untuk mengungkap praktik jual beli kuota yang sedang jadi sorotan.
“Penyidik melihat ada beberapa biro travel yang masih ragu untuk memberikan keterangan secara lugas terkait dengan praktik-praktik jual beli kuota haji tambahan yang dilakukan kepada calon jemaah,” ujar juru bicara KPK, Budi Prasetyo, Selasa lalu.
Intinya, praktik ini memungkinkan calon jemaah berangkat haji tanpa harus antri bertahun-tahun. Caranya? Ya, dengan membeli kuota dari biro travel tersebut. Cepat, tapi jelas harganya selangit.
Nah, yang lebih pelik lagi, uang hasil transaksi ini diduga nggak berhenti di kantong travel. Sebagian dikabarkan mengalir ke oknum di Kementerian Agama. Aliran dana inilah yang juga sedang dikejar oleh penyidik KPK.
“Yang kedua juga masih ragu terkait dengan keterangan soal dugaan aliran uang dari biro travel ini kepada oknum-oknum di Kementerian Agama,” jelas Budi lagi.
Karena itu, Budi secara terbuka meminta para pelaku bisnis travel haji itu untuk kooperatif. Bekerja sama.
“Kami ingin mendapatkan penjelasan dari setiap biro travel supaya kita menjadi klir. Tidak hanya untuk kebutuhan penyidikan di KPK, tapi juga untuk BPK yang sedang menghitung kerugian negara,” tuturnya.
Artikel Terkait
Megawati: Kekuasaan Bukan untuk Mendominasi, Tapi Merawat
Saksi Ungkap Rasa Takut yang Paksa Mundur dari Proyek Chromebook Kemendikbud
Lautan Bunga Berduka untuk Istri Hoegeng, dari Presiden hingga Mantan Kapolri
KPK Lacak Aset Tak Terlaporkan Ridwan Kamil, Diduga Terkait Kasus Iklan BJB