Kritik lain juga tak kalah tajam, menyoroti keputusan nekat membuang pemain yang kontribusinya nyata.
"Top skorer mu iki loo sis..malah mbuk loan pie?" timpal suporter lainnya. Rasa heran dan kecewa itu jelas terasa. Bagi mereka, ini seperti langkah mundur yang tidak perlu.
Taruhannya Besar
Harus diakui, langkah manajemen Persis kali ini mengandung risiko yang sangat tinggi. Dampaknya bisa langsung terasa di papan klasemen.
Sho Yamamoto adalah metronom lini tengah, pengatur ritme permainan. Melepas kapten di tengah musim bukan cuma soal kehilangan pemain bagus, tapi juga berpotensi mengacaukan psikologi ruang ganti dan merusak chemistry tim yang sudah susah payah dibangun.
Di sisi lain, kegagalan mendaftarkan Clayton Silva mengindikasikan ada masalah dalam proses scouting atau verifikasi regulasi. Akibatnya, Persis kini terperosok dalam krisis striker Tanaka sudah pergi, penggantinya tak kunjung datang.
Mendatangkan sembilan pemain asing baru secara mendadak jelas bukan perkara mudah. Mereka butuh waktu adaptasi yang tidak sebentar. Nah, di liga seketat Super League, kehilangan poin di laga-laga awal putaran kedua hanya karena masalah adaptasi bisa berakibat fatal. Posisi di zona tengah tabel bisa saja melorot ke wilayah yang berbahaya.
Tekanan sekarang sepenuhnya ada di pundak manajemen. Jika pemain-pemain baru ini tidak langsung memberikan dampak instan, jangan heran. Stadion Manahan bisa berubah menjadi arena protes yang lebih besar. Kesabaran suporter sudah di ujung tanduk.
Artikel Terkait
Persebaya Incar Ramadhan Sananta dan Victor Dethan untuk Proyek Ambisius Bernardo Tavares
FIFA Tolak Sanksi untuk Israel, Abaikan Putusan dan Kritik ICJ
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Raih Podium Perdana Indonesia di Moto3 Brasil
Veda Ega Ungguli Rival Rookie di Dua Seri Pembuka Moto3 2026