Rasanya baru kemarin hiruk-pikuk mudik memenuhi jalan, tapi kini sudah waktunya berpikir untuk kembali. Libur Lebaran memang hampir berakhir. Bagi yang masih di kampung halaman, persiapan untuk arus balik ke Jakarta sudah harus mulai diperhatikan. Apa saja sih yang perlu dicermatin?
Dua Gelombang Puncak
Berdasarkan analisis bersama berbagai pihak, puncak arus balik tahun ini diprediksi terjadi dalam dua gelombang. Yang pertama, ya hari-hari ini, tanggal 23 dan 24 Maret. Gelombang kedua menyusul nanti di akhir pekan, tepatnya 28 dan 29 Maret.
Harapannya, dengan pola dua puncak ini, kepadatan di jalan bisa lebih terurai. Perjalanan pun diharapkan tetap lancar.
Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, memberikan penjelasan lebih rinci.
"Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi bersama stakeholder, arus balik diperkirakan terbagi dalam dua tahap. Dengan pola tersebut, diharapkan kepadatan arus balik dapat terurai dan perjalanan tetap berjalan lancar," kata Agus.
Meski begitu, dia mengimbau agar masyarakat tidak serempak pulang di hari puncak. Ada baiknya mempertimbangkan kebijakan kerja dari mana saja (WFA) dan menjadwalkan perjalanan balik di tanggal 26 hingga 28 Maret. Jadi, bisa lebih santai.
Skema Lalu Lintas yang Disiapkan
Nah, selain waktu, hal teknis seperti rekayasa lalu lintas juga penting diketahui. Sejak kemarin, langkah-langkah strategis sudah mulai diterapkan. Salah satunya adalah sistem satu arah (one way) yang diberlakukan bertahap di beberapa titik rawan.
Artikel Terkait
Kemhan dan TNI Efisiensi Penggunaan BBM untuk Alutsista dan Kendaraan Dinas
Kim Jong Un Kembali Terpilih sebagai Presiden Urusan Negara dalam Sidang Majelis Rakyat
Rekayasa Lalu Lintas One Way Berlaku di Tol Batang-Cikampek Antisipasi Puncak Arus Balik
Kemenhub Tegaskan Keselamatan Jadi Prioritas Utama Arus Balik Lebaran 2026