Target dua medali emas untuk bulu tangkis di SEA Games 2025 sudah ditetapkan. Tapi, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, punya harapan yang lebih tinggi. Ia mendorong agar tim bisa meraih lebih dari angka itu.
Di sisi lain, Taufik yang juga menjabat Wakil Ketua Umum PBSI ini menekankan, ajang SEA Games bukan sekadar perlombaan biasa. Ini soal membela negara, sebuah kebanggaan yang seharusnya memacu semangat lebih besar.
"Jangan mentang-mentang mereka di bulu tangkis, terus ngerasa enak-enakan dikasih target cuma dua [emas]. Karena kita tahu, SEA Games ini adalah suatu kebanggaan karena membela negara. Jadi, saya berharap bisa lebih dari itu,"
Harapan itu tentu bukan tanpa bekal. Menurut Eng Hian, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pelatnas, persiapan sudah dilakukan dengan sangat matang. Mereka tak hanya mengasah teknik dan kondisi fisik para atlet.
"Kami sudah menyiapkan atlet-atlet ini dengan cukup baik dan lengkap. Selain teknik dan fisik, kami juga mengadakan sesi dengan psikolog untuk lebih menguatkan tekad dan tujuan anak-anak,"
Langkah itu dianggap penting, terutama untuk atlet-atlet baru yang akan merasakan atmosfer SEA Games untuk pertama kalinya. Tekanan di ajang multievent seperti ini bisa sangat berbeda.
"Karena ini ajang multievent dan ada beberapa atlet baru turun pertama kali pasti merasakan atmosfer yang berbeda. Program diskusi dengan psikolog, semoga atlet-atlet lebih kuat dalam menyatukan hati, tekad dan tujuan,"
Jadi, semua sudah disiapkan. Tinggal menunggu eksekusi di lapangan. Target dua emas ada, tapi ambisi untuk melampauinya jelas terasa. Itulah yang diinginkan Taufik Hidayat sebuah performa yang benar-benar maksimal, yang bisa membawa pulang lebih banyak kehormatan.
Artikel Terkait
Persija Targetkan 60 Ribu Penonton di Laga Lawan Persib, Siap Buka Tier 3 JIS
Borneo FC Kalahkan Persita 2-0, Samakan Poin dengan Persib di Puncak Klasemen Super League
Barcelona Masuk Perburuan Eli Junior Kroupi, Bournemouth Pasang Harga Rp1,4 Triliun
Legenda MU Sesali Kepergian Hojlund ke Napoli: Potensi Besar yang Hilang