Persis Solo Ditinggal Dua Pilar, Suporter Geram Manajemen Dinilai Blunder

- Jumat, 06 Februari 2026 | 16:30 WIB
Persis Solo Ditinggal Dua Pilar, Suporter Geram Manajemen Dinilai Blunder
Persis Solo dan Kemarahan Suporter

SOLO – Kemarahan suporter Persis Solo meledak. Pemicunya? Keputusan manajemen yang melepas dua pilar utama mereka: sang kapten, Sho Yamamoto, dan mesin gol Kodai Tanaka. Bagi banyak pendukung, langkah ini bukan strategi, tapi blunder besar.

Yang bikin geram, tak ada indikasi cedera atau penurunan performa dari kedua pemain asal Jepang itu. Justru, manajemen Laskar Sambernyawa dengan tenang mengonfirmasi bahwa duo tersebut akan menjalani masa peminjaman hingga akhir musim. Padahal, Sho adalah figur pemimpin yang konsisten di 15 laga terakhir. Sementara Tanaka? Dialah tumpuan lini depan, pencetak gol terbanyak klub saat ini.

Kehilangan "nyawa" permainan dan predator kotak penalti secara bersamaan, tentu saja, meninggalkan tanda tanya besar. Para pendukung setia yang berharap stabilitas di putaran kedua BRI Super League ini pasti bertanya-tanya: apa yang sebenarnya direncanakan?

Ironi yang Menyakitkan

Rasa pahit suporter makin menjadi karena salah satu rekrutan anyar yang diharapkan jadi pengganti, Clayton Silva, dipastikan batal membela tim. Striker eks Timnas Brasil U-23 itu dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) oleh PSSI.

Jadi begini keadaannya: berdasarkan surat resmi tertanggal Senin (2/2/2026), Persis harus merelakan striker tajam lamanya pergi, sementara bintang baru dari Brasil yang mereka datangkan pun tak bisa dimainkan. Situasi yang sungguh ironis.

Gemuruh Kekecewaan

Media sosial resmi klub langsung banjir reaksi keras. Banyak suporter yang menilai visi manajemen sekarang ini tidak jelas, bahkan terkesan merugikan prestasi tim di lapangan. Suara-suara kecewa itu nyaring terdengar.

"Target mu op jane sis persis?" tulis salah satu akun, pertanyaannya singkat namun sarat makna.

Kritik lain juga tak kalah tajam, menyoroti keputusan nekat membuang pemain yang kontribusinya nyata.

"Top skorer mu iki loo sis..malah mbuk loan pie?" timpal suporter lainnya. Rasa heran dan kecewa itu jelas terasa. Bagi mereka, ini seperti langkah mundur yang tidak perlu.

Taruhannya Besar

Harus diakui, langkah manajemen Persis kali ini mengandung risiko yang sangat tinggi. Dampaknya bisa langsung terasa di papan klasemen.

Sho Yamamoto adalah metronom lini tengah, pengatur ritme permainan. Melepas kapten di tengah musim bukan cuma soal kehilangan pemain bagus, tapi juga berpotensi mengacaukan psikologi ruang ganti dan merusak chemistry tim yang sudah susah payah dibangun.

Di sisi lain, kegagalan mendaftarkan Clayton Silva mengindikasikan ada masalah dalam proses scouting atau verifikasi regulasi. Akibatnya, Persis kini terperosok dalam krisis striker Tanaka sudah pergi, penggantinya tak kunjung datang.

Mendatangkan sembilan pemain asing baru secara mendadak jelas bukan perkara mudah. Mereka butuh waktu adaptasi yang tidak sebentar. Nah, di liga seketat Super League, kehilangan poin di laga-laga awal putaran kedua hanya karena masalah adaptasi bisa berakibat fatal. Posisi di zona tengah tabel bisa saja melorot ke wilayah yang berbahaya.

Tekanan sekarang sepenuhnya ada di pundak manajemen. Jika pemain-pemain baru ini tidak langsung memberikan dampak instan, jangan heran. Stadion Manahan bisa berubah menjadi arena protes yang lebih besar. Kesabaran suporter sudah di ujung tanduk.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar