MURIANETWORK.COM - Prof. Warsinggih resmi menjadi calon tunggal Ketua Umum PBSI Sulawesi Selatan untuk periode 2026–2030. Penetapan ini diumumkan Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) setelah memverifikasi kelengkapan dan keabsahan seluruh berkas administrasi pencalonannya pada Jumat (6/2/2026) di Makassar. Keputusan ini membuka jalan bagi proses suksesi kepemimpinan organisasi bulu tangkis daerah tersebut.
Proses Verifikasi yang Ketat
Pertemuan yang digelar pada Jumat siang itu menjadi momen penentuan. Setelah melalui proses validasi yang menyeluruh, TPP menyimpulkan bahwa seluruh persyaratan administrasi yang diajukan oleh Prof. Warsinggih telah terpenuhi. Proses ini tidak hanya sekadar formalitas, melainkan pemeriksaan mendetail untuk memastikan integritas tahapan awal pemilihan.
Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan menjelaskan bahwa dari sejumlah surat dukungan yang masuk, tim menemukan tujuh di antaranya tidak dapat diverifikasi. "Sebanyak tujuh surat dinyatakan tidak sah karena menggunakan Surat Keputusan Pelaksana Tugas (PLT) yang tidak memenuhi ketentuan administrasi sesuai aturan organisasi," jelasnya.
Jalan Menuju Calon Tunggal
Dengan dipenuhinya semua syarat dan tidak adanya calon lain yang lolos verifikasi, posisi Prof. Warsinggih sebagai calon tunggal pun dikukuhkan. Situasi ini menunjukkan bahwa proses penjaringan telah berjalan sesuai koridor aturan yang berlaku, meski pada akhirnya hanya menghasilkan satu nama. Penetapan ini memberikan kepastian sebelum Musyawarah Provinsi (Musprov) digelar.
Latar belakang sang profesor sering menjadi perbincangan. Dikenal berasal dari kampung terpencil, dedikasinya pada bulu tangkis telah tumbuh sejak lama. Pengalaman panjangnya di akar rumput, baik sebagai pecinta maupun pembina olahraga, dianggap banyak pihak sebagai bekal berharga untuk memahami dinamika dan kebutuhan pembinaan atlet di daerah.
Misi dan Tantangan ke Depan
Dalam visi yang diusungnya, Prof. Warsinggih menekankan pentingnya transformasi kelembagaan. Ia berkomitmen membawa PBSI Sulsel menjadi organisasi yang lebih terbuka dan inklusif, tanpa sekat yang menghambat perkembangan.
“Misi saya adalah membangun organisasi PBSI Sulawesi Selatan yang terbuka, inklusif, dan tanpa sekat, guna mendorong kemajuan prestasi dan pembinaan bulutangkis di Sulawesi Selatan ke arah yang lebih baik,” ungkapnya mengenai rencana strategis tersebut.
Misi tersebut tentu tidak ringan. Menyatukan berbagai elemen dan kepentingan dalam organisasi olahraga membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya teknis, tetapi juga mampu membangun kepercayaan. Pencalonan tunggal ini memberikan momentum sekaligus tanggung jawab besar bagi Prof. Warsinggih untuk mewujudkan janji transformasinya di hadapan seluruh anggota dan pecinta bulu tangkis Sulawesi Selatan.
Artikel Terkait
Mantan Presiden Barcelona Gaspart Bantah Keras Tuduhan Pembelian Wasit di Sidang
Enzo Fernandez Tegaskan Komitmen di Chelsea, Bantah Rumor ke Real Madrid
PSM Makassar Pastikan Boboev dan Lagator Terekrut Jelang Tutup Bursa Transfer
Guardiola Tegaskan Komitmen Bicara Isu Global Meski Ditegur