Suasana perayaan di Crans Montana berubah jadi mimpi buruk. Tepat di awal tahun 2026, kobaran api dan dentuman ledakan mengguncang sebuah bar yang penuh sesak. Insiden maut itu terjadi dini hari, saat pesta tahun baru masih dalam puncak keriuhan.
Lokasi kejadian adalah Le Constellation, bar yang jadi tujuan para pengunjung di resor ski mewah itu. Menurut sejumlah saksi, tempat itu benar-benar padat ketika tragedi terjadi.
Angka korban masih berubah-ubah. Pihak berwenang setempat, dengan hati-hati, menyebut "beberapa lusin" orang diduga tewas. Namun begitu, media lokal melaporkan jumlah yang lebih mengerikan: sekitar 40 nyawa melayang. Tak kurang dari 100 orang lainnya mengalami luka-luka, banyak di antaranya menderita luka bakar serius.
Operasi penyelamatan digelar besar-besaran. Otoritas Valais mengerahkan puluhan ambulans dan sepuluh helikopter untuk membawa korban ke berbagai rumah sakit. Untuk keluarga yang mencari informasi, sebuah hotline darurat telah dibuka: 41 848 112 117.
Lantas, apa pemicunya? Para penyelidik dengan cepat mengesampingkan kemungkinan aksi teror. Fokus mereka adalah kebakaran. Meski belum ada konfirmasi resmi, desas-desus beredar bahwa kembang api dari pesta perayaan mungkin jadi biang keladinya.
Kronologi kejadian mencatat, semua berlangsung cepat sekitar pukul setengah dua pagi waktu setempat. Di wilayah Valais yang tenang di Swiss barat daya, malam yang seharusnya penuh sukacita itu berakhir dengan kepanikan dan duka.
Artikel Terkait
Mobil Hangus Terbakar di Tol Surabaya-Gresik Diduga Akibat Korsleting
Ketua BEM UGM Tuntut Penghentian Intimidasi terhadap Keluarganya
Duo Tuan Rumah Juarai AFG Cup, Bawa Pulang Rp40 Juta
BMKG Prakirakan Cuaca Makassar Cerah Berawan, Waspada Hujan Ringan Dini Hari