Presiden AS Donald Trump membuat pernyataan mengejutkan pada hari Senin. Ia mengaku tengah berdiskusi dengan sejumlah pemimpin di Iran. Tapi, bukan dengan pemimpin tertinggi yang baru, Mojtaba Khamenei.
Menurut Trump, pembicaraan itu dilakukan dengan orang-orang yang ia anggap "sangat masuk akal". Namun begitu, ia juga mengeluarkan ancaman keras. "Jika pembicaraan gagal, kita akan terus membom habis-habisan," ujarnya tegas.
Pernyataan ini disampaikannya sembari menyebut bahwa "perubahan rezim" secara efektif sudah berlangsung di Iran. Alasannya? Banyak pejabat tinggi yang tewas dalam konflik sehingga situasinya berubah secara otomatis.
Di sisi lain, Trump tampaknya masih membuka celah untuk kesepakatan. Ia menyebut ada poin-poin kesepakatan utama dalam pembicaraan AS-Iran. Menurutnya, hasil akhir yang harus dicapai adalah penghentian ambisi nuklir Tehran dan persediaan uranium yang diperkaya mereka.
Jadi, narasinya punya dua sisi. Ada klaim soal dialog, tapi juga ancaman bombardir yang akan terus dilanjutkan. Semuanya bergantung pada hasil pembicaraan dengan para tokoh Iran yang dihubungi Amerika itu.
Artikel Terkait
Airlangga: Potensi Damai AS-Iran Bisa Perbaiki Rantai Pasok Global dan Redakan Harga Energi
Portugal Hajar Uzbekistan 3-0 di Babak Pertama, Gol Ronaldo dan Kontroversi VAR Warnai Laga
Impian Mahasiswa Semester Akhir di Tengah Tekanan Skripsi: Membahagiakan Ibu dan Berziarah ke Tarim
Lazio Resmi Tunjuk Gennaro Gattuso sebagai Pelatih Baru untuk Musim 2026/2027