MAKASSAR Lagi-lagi, PSM Makassar pulang dengan tangan hampa. Di hadapan pendukungnya sendiri, Juku Eja cuma bisa meraih satu poin usai ditahan imbang Semen Padang tanpa gol. Padahal, lawannya itu adalah tim yang sedang tercecer di dasar klasemen. Hasil ini, sungguh menyakitkan, sekaligus memperpanjang catatan buruk: tujuh laga beruntun tanpa kemenangan di Super League.
Pertandingan di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Senin malam itu, berjalan alot. Dari peluit awal, PSM langsung mengambil kendali bola. Tapi, ya itu tadi, penguasaan bola tak berarti banyak. Pertahanan Semen Padang rapat sekali, seperti benteng. Setiap serangan PSM mentok di sana, bikin frustrasi.
Babak pertama berakhir dengan situasi yang cukup membosankan. PSM dominan, tapi nol peluang jelas. Semen Padang? Mereka puas bertahan dan sesekali mengintai lewat serangan balik.
Memasuki babak kedua, ada sedikit geliat. Justru Semen Padang yang lebih dulu mengancam. Guillermo Fernandez melepaskan tendangan keras di menit ke-49, masih bisa ditepis kiper Reza Arya Pratama. Dua menit berselang, Samuel Simanjuntak mencoba dari jarak jauh, sayangnya melambung jauh di atas mistar.
PSM sempat dapat angin. Di menit ke-60, Dzaky Asraf melesat cepat dalam serangan balik. Aksi terobosannya terpaksa dihentikan dengan pelanggaran kasar yang berbuah kartu kuning untuk pemain Semen Padang.
Artikel Terkait
Lutut Mateta Jadi Penghalang Terakhir Transfer ke Milan
PSM dan Semen Padang Saling Tahan, Klasemen Makin Pelik
Tomas Trucha Terancam Usai PSM Gagal Taklukkan Tim Papan Bawah
Arsenal Incar Striker Muda Hearts dengan Status Pinjaman