Suasana di Stadion Gelora BJ Habibie Parepare, Senin malam itu, berakhir hambar. Laga PSM Makassar kontra Semen Padang FC tamat dengan angka 0-0. Bagi para pendukung Juku Eja, hasil ini cuma menambah daftar panjang kegelisahan. Sudah tujuh pertandingan beruntun, mereka tak merasakan kemenangan.
Deretan hasil buruk itu dimulai dari imbang 1-1 lawan Persebaya. Lalu, kekalahan dari Malut United (0-1), Persib (0-1), Borneo FC (1-2), dan Bali United (0-2). Menjelang laga ini, mereka juga tumbang dari Persijap Jepara (1-2). Imbang tanpa gol melawan Semen Padang, yang notabene berada di dasar klasemen, terasa seperti pukulan terakhir. Performa ini jelas menempatkan posisi pelatih Tomas Trucha di bawah sorotan tajam. Waktunya untuk evaluasi serius, mungkin sudah tiba.
Di sisi lain, sudut pandang yang berbeda datang dari kubu tamu. Meski hanya membawa pulang satu angka, pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, justru terlihat cukup lega.
"Secara umum ini hasil yang positif. Dari dua pertandingan away kami mendapatkan dua poin. Sekarang kami harus fokus melawan Persita Tangerang pekan depan," ujar Dejan.
Ia mengakui, target awal timnya memang sekadar mencuri poin di markas PSM. Tapi setelah melihat jalannya pertandingan, ada sedikit rasa sesal. Menurutnya, Kabau Sirah sebenarnya punya peluang emas untuk meraih kemenangan penuh. Strategi yang disusun rapi mampu dijalankan pemain dengan baik, terutama dalam hal penguasaan bola yang mencapai lebih dari 60 persen.
"Sudah lama kami tidak bermain dominan seperti ini," sebutnya.
Artikel Terkait
Persija Juarai Klasemen Penonton Super League 2025/2026
Indonesia Kirim 17 Wakil ke Kejuaraan Asia 2026, Ganda Putra Jadi Sorotan
Frans Putros Dipanggil Timnas Irak untuk Persiapan Play-off Piala Dunia
AFC Jatuhkan Sanksi, Malaysia Kalah WO dan Gagal ke Piala Asia 2027