Zijlstra sendiri sudah tiga kali membela Garuda sejak resmi jadi WNI di Juli 2025. Kehadirannya di Persija diharapkan bisa memberi suntikan tenaga untuk lini serang yang sedang berjuang di papan atas.
Sinergi Persija dan Timnas Semakin Kuat
Hubungan mesra antara Persija dan Timnas Indonesia ternyata nggak cuma soal pemain. Baru-baru ini, pelatih John Herdman merekrut analis pertandingan Persija, Dzikry Lazuardi, untuk masuk ke dalam staf kepelatihannya.
Dzikry resmi pamit setelah membantu Persija menang 2-0 atas Persita, akhir Januari lalu. Langkah Herdman ini jelas punya pesan: dia serius memanfaatkan sumber daya lokal yang berkualitas dari klub-klub top.
Jadi, kedatangan Zijlstra dan ditariknya staf Persija ke Timnas ini seperti dua sisi mata uang yang sama. Semuanya menunjukkan peran strategis Persija dalam membangun ekosistem sepak bola nasional yang lebih solid.
Kini, tinggal menunggu proses transfernya rampung. Jika tak ada aral melintang, publik Jakarta segera bisa menyaksikan aksi Mauro Zijlstra. Dan tentu, menanti momen ketika bola mendarat di jala gawang lawan, dari kaki sang striker baru berjuluk Macan itu.
Artikel Terkait
Roma Siap Lanjutkan Kutukan Tandang ke Markas Udinese
Liverpool Amankan Jeremy Jacquet, Bek Muda Prancis yang Dikejar Chelsea
Flare Nyasar Lukai Kiper Audero, Suasana Mencekam Hentikan Laga Cremonese
Ubed Juarai Thailand Masters, PBSI Soroti Mental Tangguh di Titik Genting