Wall Street, indeks saham AS, mencatatkan penguatan di penutupan perdagangan Rabu (17/11). Reli ini tak lepas dari sentimen positif di sektor teknologi, yang lagi-lagi digerakkan oleh antisipasi laporan kinerja Nvidia.
Menurut data yang dikutip dari Reuters, indeks Dow Jones naik tipis 0,10 persen atau 47,03 poin ke level 46.138,77. Sementara itu, S&P 500 bertambah 24,87 poin (0,38 persen) menjadi 6.642,19. Nasdaq Composite pun ikut meroket dengan kenaikan 131,38 poin atau 0,59 persen, menempatkannya di 22.564,23.
Nvidia, yang selama berbulan-bulan jadi motor penggerak pasar, kembali menunjukkan performa gemilang. Laporan keuangannya ternyata lebih baik dari yang diprediksi. Tak cuma itu, proyeksi pendapatan mereka untuk kuartal keempat juga disebut bakal melampaui perkiraan analis.
Rob Haworth, Senior Investment Strategist di U.S. Bank Wealth Management, Seattle, memberikan pandangannya. "Pelanggan Nvidia terus berekspansi dan menambah investasi di infrastruktur AI. Jadi, permintaan chip sepertinya akan tetap tinggi," ujarnya.
Perusahaan memproyeksikan penjualan kuartal keempat bisa tembus USD 65 miliar. Angka itu sekitar 2 persen lebih tinggi dari estimasi analis yang berada di kisaran USD 61,66 miliar.
Di pasar extended, saham Nvidia langsung melonjak lebih dari 4 persen. Memang, Nvidia jadi semacam barometer bagi pasar global. Banyak yang bertanya-tanya, apakah investasi miliaran dolar di infrastruktur AI ini sudah membentuk gelembung valuasi yang melebihi fundamental?
Di sisi lain, ada kabar baik dari pemerintah. Government shutdown yang sempat terjadi akhirnya berakhir. Artinya, pengumpulan data ekonomi resmi bisa kembali berjalan normal. Investor pun kini bersiap menyambut laporan ketenagakerjaan AS untuk bulan September yang dijadwalkan rilis Kamis (20/11).
Laporan tenaga kerja ini penting banget. Kalau hasilnya di bawah ekspektasi, bisa mempengaruhi keputusan The Fed soal suku bunga dalam pertemuan bulan depan. Jadi, semua mata tertuju ke data itu.
Artikel Terkait
Enam Saham RI Dikeluarkan dari Indeks MSCI, Pengamat Sebut Ruang Fiskal Makin Sempit Akibat Bunga Utang Membengkak
Pasar Modal Tertekan Sentimen Negatif, Pemerintah Diminta Respons Kekhawatiran Investor
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 per Dolar AS Akhir Juni Akibat Tekanan Geopolitik dan Suku Bunga The Fed
BCA Bagikan Dividen Interim Rp20 per Saham pada Kuartal II 2026