Rasanya campur aduk, dan gak nyangka bisa juara. Begitu kira-kira ungkapan Zaki Ubaidillah, atau yang akrab disapa Ubed, usai menjuarai Thailand Masters 2026. Kemenangan ini jelas bukan sekadar angka di papan skor, tapi sebuah lompatan penting dalam karirnya.
Di partai final yang digelar Minggu (1/2) kemarin, Ubed harus berjuang mati-matian melawan wakil tuan rumah, Panitchaphon Teeraratsakul. Pertarungan sengit itu berlangsung tiga gim, dengan skor akhir 21-19, 20-22, dan 21-19. Gim penentuan benar-benar menguji mental, tapi Ubed berhasil memenangkan momen-momen krusial itu.
Bagi PBSI, gelar Super 300 pertama Ubed ini bukan sekadar piala. Ini adalah modal.
"Poin positifnya, selain gelar, adalah caranya melewati tekanan di titik-titik genting. Sikap pantang menyerahnya hari itu luar biasa. Itu modal berharga yang harus dipertahankan kalau dia ingin meraih lebih banyak lagi di turnamen mendatang," kata Eng Hian, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, dalam pernyataannya, Senin (2/2).
Eng Hian punya harapan yang jelas. Menurutnya, Ubed perlu konsisten. Targetnya, sang atlet harus bisa menembus peringkat 15 besar dunia di tahun 2026. Semua itu sebagai langkah persiapan menyambut kualifikasi Olimpiade 2027.
Di sisi lain, Ubed sendiri punya ekspektasi. Gelar di Thailand membuka selera. Ia mengaku ingin naik kelas.
"Sangat luar biasa senang. Kemenangan ini saya persembahkan untuk orang tua, keluarga, PBSI, PB Djarum dan semuanya," ujar Ubed.
"Harapan ke depannya semoga bisa mencapai lebih baik lagi dari ini. Next, semoga bisa dapat gelar Super 500 ke atas," tambahnya penuh harap.
Jalan masih panjang, tentu saja. Namun, kemenangan di Bangkok ini seperti suntikan kepercayaan diri yang sangat dibutuhkan. Momentumnya sudah ada. Tinggal dijaga dan dirawat, agar lompatan berikutnya benar-benar terjadi.
Artikel Terkait
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam
Bruno Moreira Diuji di Empat Laga Sisa: Kapten Persebaya Harus Buktikan Diri di Tengah Standar Tinggi Bernardo Tavares