Acosta lalu menyoroti perjalanan panjang Marquez. Dia melihatnya sebagai bukti ketangguhan mental dan kualitas yang tak biasa. “Cukup lihat apa yang berhasil dilalui Marc. Setelah lima tahun tanpa gelar, dia langsung naik ke motor pabrikan dan langsung bersaing memperebutkan kejuaraan dunia,” lanjut pembalap muda itu.
Intinya jelas: cedera atau tidak, Marquez tetap ancaman utama. “Tentu saja, bahkan dengan cederanya sekalipun, dia tetap akan menjadi pembalap yang harus dikalahkan,” tegas Acosta.
Di sisi lain, Acosta tak menampik bahwa persaingan musim depan akan sangat ketat. Dia menyebut beberapa nama yang juga bakal ikut bermain di papan atas. “Memang benar, kita juga harus memasukkan nama-nama seperti Marco Bezzecchi, Alex Márquez, dan Pecco Bagnaia, karena merekalah yang akan bertarung memperebutkan gelar juara.”
Tapi, bagaimanapun ramainya peta persaingan, satu hal baginya tak berubah.
“Tapi Marc tetap akan menjadi sosok yang harus dikalahkan oleh semua orang.”
Pernyataan itu sekaligus menutup pembicaraannya, meninggalkan kesan bahwa musim 2026 nanti, semua mata akan tetap tertuju pada sang juara bertahan yang sedang berjuang pulih.
Artikel Terkait
Dari Ferrari ke Matic, Kurzawa Sambut Hidup Baru di Bandung
Bek Montenegro Diusulkan Jadi Solusi Baru Lini Belakang PSM
Rumah Impian Dias dan Maya Jama Dibobol Pencuri Saat Mereka Terjauh
Persik Kediri Vs Bali United: Duel Sengit di Brawijaya Tanpa Ampun