Kolaborasi LHK & Organisasi Lingkungan Hadapi COP30, Ini Strategi Hanif Faisol

- Kamis, 13 November 2025 | 07:35 WIB
Kolaborasi LHK & Organisasi Lingkungan Hadapi COP30, Ini Strategi Hanif Faisol

Menteri LHK Hanif Faisol Gaet Organisasi Lingkungan untuk Kolaborasi di Kancah Global

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Hanif Faisol Nurofiq, menggelar pertemuan strategis dengan sejumlah organisasi masyarakat sipil. Pertemuan ini membahas persiapan dan strategi Indonesia dalam menghadapi konferensi iklim internasional COP30.

Hanif menyatakan bahwa diskusi berjalan produktif dengan banyak masukan yang dicatat dengan baik oleh kementeriannya. Ia menekankan peran vital organisasi lingkungan sebagai jembatan yang menghubungkan kebijakan pemerintah dengan realitas operasional di tingkat masyarakat.

Sebagai langkah konkret ke depan, Hanif berkomitmen untuk membangun forum yang lebih kuat dan terstruktur. Tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk memperkuat kapasitas organisasi lingkungan Indonesia agar dapat berkolaborasi lebih efektif di panggung internasional.

Pemerintah akan mendorong proses pemberdayaan, termasuk dengan memfasilitasi organisasi-organisasi tersebut untuk mendapatkan akreditasi internasional. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi dan pengakuan terhadap peran Indonesia dalam isu lingkungan global.

Dukungan dari Berbagai Lembaga Lingkungan

Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai organisasi lingkungan terkemuka di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Greenpeace Indonesia, MADANI Berkelanjutan, Kota Kita, Auriga Nusantara, Wahana Lingkungan Hidup (WALHI), dan World Wildlife Fund (WWF) Indonesia.

Nadia Hadad, perwakilan dari MADANI Berkelanjutan, menyoroti potensi besar Indonesia untuk memainkan peran penting dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca pada COP30. Menurutnya, Indonesia memiliki banyak aset dan sumber daya yang dapat menjadi modal berharga dalam perundingan global.

Nadia juga menegaskan pentingnya melibatkan masyarakat sipil dalam seluruh proses kebijakan iklim. Partisipasi aktif dari masyarakat sipil dianggap krusial karena merekalah yang akan merasakan dampak langsung dari setiap keputusan yang diambil.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar