Sekretaris Kabinet Tinjau Langsung Kesiapan Kereta Ekonomi Kerakyatan Jelang Lebaran 2026

- Selasa, 17 Maret 2026 | 21:00 WIB
Sekretaris Kabinet Tinjau Langsung Kesiapan Kereta Ekonomi Kerakyatan Jelang Lebaran 2026

Udara di Stasiun Pasar Senen pagi itu terasa padat, dipenuhi para pemudik dengan harapan dan koper. Di tengah keriuhan Selasa (17/3) itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya tampak hadir, menyapa dan mengecek langsung situasi. Ia tak sendirian; Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mendampinginya, memastikan kesiapan operasional kereta api untuk Angkutan Lebaran 2026 berjalan mulus.

Rupanya, kunjungan ini bukan tanpa perintah. Teddy menyebut, Presiden Prabowo Subianto memang memberi arahan khusus untuk membenahi layanan perkeretaapian nasional. “Jadi sesuai arahan Bapak Presiden, beliau fokus di pembenahan kereta api. Nah, inilah yang mau kita cek. Tadi ada Kereta Ekonomi Kerakyatan. Tadi saya cek langsung,” ujarnya.

Ia tak cuma berdiri di pinggir. Teddy menyambangi para calon penumpang, mengobrol ringan, melambaikan tangan, bahkan menyapa anak-anak. Beberapa pemudik pun antusias, ramai-ramai berfoto dan bersalaman dengannya. Suasana jadi cair sejenak, sebelum semua kembali sibuk dengan perjalanan masing-masing.

Setelah puas di area stasiun, Teddy dan Bobby menuju Peron 1. Di sana, rangkaian Kereta Ekonomi Kerakyatan sedang menunggu. Bobby lantas memaparkan, layanan ini dihadirkan sebagai opsi tambahan dengan tarif yang tetap terjangkau. Mereka berdua kemudian masuk ke dalam, melihat kondisi sarana dan menyapa penumpang yang sudah duduk di dalamnya.

Minat masyarakat ternyata cukup tinggi. Data per 17 Maret 2026 pukul 10.00 WIB menunjukkan, penjualan tiket untuk layanan ini sudah mencapai 23.708 dari total 27.368 kursi yang disediakan hingga 1 April. Angka okupansinya menyentuh 87 persen. Itu baru awal, dan masih berpotensi naik lagi mendekati puncak mudik.

Menurut Bobby, kehadiran kereta ini memang untuk memperluas pilihan.

“Kereta Ekonomi Kerakyatan kami hadirkan untuk memperluas pilihan perjalanan masyarakat pada masa Lebaran. Dengan kapasitas yang bertambah serta pengaturan kursi yang lebih nyaman, layanan ini diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menjaga keterjangkauan tarif perjalanan kereta api,” jelas Bobby.

Rangkaiannya sendiri terdiri dari lima kereta eksekutif dan empat kereta ekonomi kerakyatan, melayani relasi Pasar Senen-Lempuyangan dengan dua kali perjalanan harian. Kapasitas totalnya 250 kursi eksekutif dan 372 kursi ekonomi kerakyatan tambahan yang signifikan di saat mobilitas melonjak.

Dari segi kenyamanan, ada sejumlah pembaruan. Kursinya diatur dalam konfigurasi 3-2, sehingga lebih lapang dibanding susunan lama yang lebih padat. Jumlahnya 93 kursi per gerbong. Uniknya, kursinya bisa diputar (reversible), menyesuaikan arah perjalanan. Cocok untuk perjalanan jarak jauh.

Soal tarif, posisinya berada di antara Kereta Ekonomi PSO bersubsidi dan Kereta Ekonomi reguler. Untuk relasi terjauh saat Lebaran tahun ini, harganya mulai Rp175.000. Tawaran yang cukup menarik, mengingat fasilitasnya yang sudah ditingkatkan.

Bobby menegaskan, pengaturan sarana terus dioptimalkan untuk menjawab kebutuhan.

“Melalui pengaturan sarana yang ada, kapasitas perjalanan dapat ditingkatkan sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi pelanggan. Kami ingin masyarakat memiliki lebih banyak pilihan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan terjangkau selama masa Angkutan Lebaran,” tuturnya.

Hal serupa disoroti Teddy. Ia menilai ada peningkatan kenyamanan yang nyata.

“Tadi kalau Anda lihat, AC-nya nyala, toiletnya bagus, kemudian tempat duduknya tidak hadap-hadapan. Ya nyamanlah, 6 jam ke Jogja. Alhamdulillah bisa cepat beliau perbaiki gerbong-gerbongnya, kemudian bisa digunakan dari sini ke Jawa, ke Jogja,” lanjut Teddy.

Ia berharap pembenahan ini terus berlanjut, tak hanya di Jawa. Butuh waktu, tapi prosesnya diyakini bisa berjalan relatif cepat.

“Ini mau kita kembangkan lagi, perlu waktu. Yang mengerjakan dari KAI sendiri, waktunya relatif cepat. Ini mau ditingkatkan sehingga seluruh perkeretaapian di Indonesia, tidak hanya di Jawa, di pulau-pulau lain juga akan meningkat kualitas, kenyamanan, dan kebersihannya. Itu pesan dari Pak Presiden,” pungkas Teddy.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar