Osamanmusa, lagi-lagi dia. Di menit ke-31, ia mencetak gol keempat untuk dirinya sendiri, sekaligus gol kelima untuk Thailand. Penampilannya luar biasa, ia benar-benar menjadi mimpi buruk bagi bek-bek Kuwait sepanjang pertandingan.
Pesta gol ditutup oleh Praphaphan. Skor akhir 6-1, sebuah penghancuran total. Tiga poin penting berhasil dikantongi Thailand, sekaligus pernyataan sikap yang keras untuk semua calon lawan mereka di Grup B.
Dengan performa seperti ini, Thailand bukan sekadar pemenang. Mereka adalah ancaman nyata. Osamanmusa telah menjadi mesin gol yang sangat efisien, dan kerja sama tim mereka terlihat solid serta mematikan.
Kemenangan telak ini otomatis melambungkan Thailand ke puncak klasemen sementara Grup B. Di sisi lain, Kuwait punya pekerjaan rumah yang sangat besar. Mereka harus segera bangkit dan menata ulang strategi jika tak ingin tersingkir lebih cepat dari yang direncanakan.
Artikel Terkait
Indonesia Gagal Bawa Pulang Gelar dari Swiss Open 2026
PSM Makassar Terancam Degradasi, Dua Laga Krusial Jadi Penentu Nasib
Alwi Farhan Gagal Juara Swiss Open, Indonesia Pulang Tanpa Gelar
Pontianak Tuan Rumah AVC Champions League 2026