Nah, di tengah situasi seperti ini, kedatangan Lagator harus dibaca dengan jernih. PSM jelas sedang kehilangan kepercayaan pada pertahanan yang ada. Pemain berpostur 190 cm dan berpengalaman di liga keras Eropa ini diproyeksikan langsung jadi andalan utama. Dia diharapkan membawa ketenangan yang selama ini hilang.
Kalau nanti Lagator resmi berseragam hijau, persaingan di jantung pertahanan bakal berubah total. Ini bukan lagi soal rotasi pemain, tapi soal siapa yang masih layak dipercaya. Dalam sepak bola profesional, reputasi masa lalu tak bisa jadi jaminan.
Memang, jasa Yuran di era juara bersama Bernardo Tavares tak bisa dilupakan. Tapi sepak bola itu hidup di masa kini. Performa hari inilah yang bicara. Kalau PSM serius ingin bangkit dari krisis, mereka harus berhenti membuat keputusan berdasarkan sentimentil. Status kapten atau kontrak mahal bukan alasan untuk mempertahankan pemain yang blundernya terus berulang.
Opsi yang realistis sekarang mungkin cuma dua: mendudukkannya di bangku cadangan, atau melepasnya sama sekali. Kabar ketertarikan Persebaya, yang kini dilatih Bernardo Tavares, bisa jadi jalan keluar untuk semua pihak. Bagi Yuran, itu peluang untuk membuktikan diri lagi. Bagi PSM, itu langkah penyelamatan.
PSM sedang berada di titik genting. Di situasi seperti ini, toleransi untuk kesalahan fatal, apalagi dari seorang kapten, hampir tidak ada. Kedatangan Lagator adalah pesan terbuka untuk seluruh isi ruang ganti: tidak ada pemain yang lebih besar dari klub.
Sekarang, pilihan ada di tangan manajemen. Bertahan dengan simbol lama, atau memutuskan untuk membuka babak baru. Dan untuk Yuran Fernandes, mungkin inilah saatnya dia menjawab pertanyaan paling getir dalam kariernya di Makassar: apakah dia masih layak memimpin, atau justru waktunya untuk pergi?
Artikel Terkait
Gagal Rekrut Kastaneer, PSM Harus Cari Striker Asing Lagi
Persebaya Tak Kapok, Rumor Craig Goodwin Kembali Menghangat
Krisis Lini Tengah Persija: Ricky Kambuaya Beri Kode ke Kemayoran?
Maarten Paes Pilih Ajax, Peluang Sejarah Liga Champions Terbuka