Korlantas Tegaskan Larangan Truk Tronton dan Perketat Ramp Check di Operasi Ketupat 2026

- Minggu, 15 Maret 2026 | 02:45 WIB
Korlantas Tegaskan Larangan Truk Tronton dan Perketat Ramp Check di Operasi Ketupat 2026

Operasi Ketupat 2026 sudah berjalan. Di tengah riuh arus mudik, Korlantas Polri kembali menegaskan aturan ketat untuk truk tronton atau kendaraan barang berat bersumbu tiga. Intinya, mereka enggak boleh sembarangan melintas selama periode mudik dan balik nanti. Pelanggar? Siap-siap kena tilang.

Brigjen Faizal, Direktur Penegakan Hukum Korlantas, bilang batas waktu operasional buat truk-truk itu sudah jelas diatur. “Kebijakan waktunya sudah kami berikan,” ujarnya dari Command Center PJR Korlantas di Km 29 Cikarang, dini hari Sabtu (15/3/2026).

“Besok, penindakan bakal kami lakukan. Bisa teguran, bisa juga langsung tilang.”

Ia mendorong jajarannya di lapangan untuk serius menjalankan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang berlaku. Menurutnya, ini kunci untuk menjaga keselamatan jutaan pemudik.

“Saya minta, jangan bosan-bosan mengingatkan. SKB sudah ada, jadi tolong betul-betul dijalankan. Lakukan himbauan, beri teguran, kalau perlu langsung tindak dengan tilang,” tegas Faizal.

Di sisi lain, upaya pengawasan juga diperketat dengan pemeriksaan mendadak atau ramp check. Lokasinya di Kilometer 81 Tol Cipali, yang mulai berlaku sejak Sabtu kemarin.

“Ini tujuannya sederhana: mengantisipasi sopir yang mungkin nggak fit atau kendaraan yang kurang layak untuk terjun ke kemacetan mudik,” jelasnya.

Pemeriksaan di pos itu nggak cuma sekadar lihat STNK. Kondisi pengemudi jadi perhatian utama, untuk mencegah sopir yang kelelahan memaksakan diri menyetir.

“Kami kerja sama dengan perhubungan dan dinas kesehatan. Ada pemeriksaan kesehatan, bantuan vitamin, plus pengecekan kelayakan kendaraan. Semuanya biar perjalanan lebih aman,” tuturnya.

Operasi Ketupat sendiri diprediksi bakal mencatat angka luar biasa: sekitar 143,9 juta perjalanan selama periode 13 hingga 25 Maret 2026. Baru hari kedua, Sabtu (15/3), tercatat hampir 460 ribu kendaraan sudah keluar dari Jakarta.

Tapi itu belum apa-apa. Masih ada sekitar 3,2 juta kendaraan atau 76,9 persen yang diperkirakan belum bergerak dari ibu kota. Mayoritas menuju arah timur Pulau Jawa, dan puncak arusnya diprediksi terjadi mulai Rabu (18/3) sampai Jumat (20/3) mendatang. Jadi, perjalanan masih panjang.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar