Jakarta - Ada angin segar yang berhembus di sepak bola Indonesia. Super League, kompetisi kasta tertinggi di tanah air, perlahan tapi pasti berubah citra. Dari yang dulu mungkin cuma jadi pilihan darurat, sekarang liga ini mulai dilirik serius. Terutama oleh para pemain diaspora Indonesia yang selama ini merumput di Eropa. Mereka melihat sesuatu yang berbeda sekarang.
Sejak awal musim 2025/2026, gelombang kepulangan itu sudah terasa. Beberapa nama penting timnas sudah memutuskan pulang. Thom Haye dan Eliano Reijnders, misalnya, kini membela kebanggaan Pasundan, Persib Bandung. Sebelum mereka, Jordi Amat sudah lebih dulu mendarat di ibu kota untuk memperkuat Persija Jakarta.
Tak ketinggalan, Rafael Struick juga memilih bermain di tanah air dengan bergabung ke Dewa United. Kehadiran mereka bukan cuma sekadar pemain baru. Ini semacam pernyataan. Daya tarik Super League, baik dari sisi kualitas pertandingan maupun cara klub beroperasi, ternyata sudah naik kelas.
Nah, tren menarik ini ternyata belum berhenti. Di bursa transfer paruh musim, ada lagi kejutan. Shayne Pattynama resmi menyusul Jordi Amat ke Persija. Kepindahannya langsung jadi buah bibir. Bagi banyak pengamat, langkah Shayne ini bukti nyata. Super League kini dilihat sebagai liga yang kompetitif, bahkan oleh pemain yang akrab dengan atmosfer Eropa.
Lalu, siapa lagi yang akan menyusul? Nama Ragnar Oratmangoen mulai ramai dibicarakan. Penyerang timnas itu saat ini masih terikat kontrak dengan klub Belgia, FCV Dender EH, yang ia bela sejak 2024. Namun begitu, kontraknya tinggal sebentar lagi: akan berakhir pada Juni 2026.
Situasi kontrak yang hampir habis itu, seperti biasa, membuka banyak kemungkinan. Ini adalah fase di mana seorang pemain biasanya mulai menjajaki opsi untuk masa depannya. Komunikasi dengan klub-klub lain pun mulai dibuka. Dan dalam percakapan itu, nama Super League Indonesia disebut-sebut sebagai salah satu tujuan yang realistis bagi Ragnar.
Artikel Terkait
Persib Pilih Kurzawa, Bukan Ramos: Keputusan Tepat Guna di Atas Sensasi
Komentar Instagram Ricky Kambuaya yang Bikin Jakmania Heboh
Bernardo Tavares dan Seni Merawat Keberanian: Dari Solo Run Sananta hingga Dribel Maradona Rachmat Irianto
Endrick Hattrick, Lyon Gempur Metz 2-5