Ragnar Oratmangoen, Target Terbaru Gelombang Pemain Diaspora ke Super League

- Senin, 26 Januari 2026 | 16:30 WIB
Ragnar Oratmangoen, Target Terbaru Gelombang Pemain Diaspora ke Super League

Performanya musim ini? Harus diakui, cukup menantang. Di FCV Dender EH, Ragnar tercatat tampil dalam 10 pertandingan di Jupiler Pro League dan Croky Cup. Sayangnya, kontribusinya belum maksimal. Hanya satu gol yang tercipta, dengan total waktu bermain yang tak sampai 300 menit. Angka itu, jujur saja, cukup minim.

Tapi justru di situlah peluangnya. Minimnya jam main bisa jadi alasan kuat untuk mencari klub baru yang bisa memberinya kepercayaan. Spekulasi pun menguat. Ragnar sangat mungkin mengikuti jejak Shayne Pattynama. Bagi pemain diaspora, kembali ke Indonesia punya nilai strategis ganda: menjaga ritme bermain dan tetap berada dalam radar pelatih timnas.

Namun begitu, ada satu hal yang membuat klub-klub calon peminat harus berpikir dua kali. Ragnar punya riwayat cedera yang cukup mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini pun, ia dikabarkan sedang menangani cedera lutut. Belum ada kejelasan kapan ia bisa kembali fit dan turun lapangan.

Cedera itu jelas jadi pertimbangan utama bagi klub mana pun. Mereka harus berhitung sangat cermat. Tapi, kalau kondisi fisiknya bisa pulih total dan ia mendapatkan menit bermain yang reguler, Ragnar tetaplah aset berharga. Pengalaman Eropa dan statusnya sebagai striker timnas adalah nilai jual yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Jadi, apa arti semua ini? Kalau Ragnar Oratmangoen benar-benar memutuskan pulang, maka tren pemain diaspora kembali ke Indonesia akan semakin kencang. Super League tak lagi sekadar kompetisi domestik biasa. Ia mulai berubah menjadi rumah baru. Tempat bagi para pemain timnas untuk tidak hanya melanjutkan karier, tapi juga menjaga performa mereka agar tetap tajam di level internasional.

Perubahannya pelan, tapi terasa. Dan itu adalah hal yang baik.


Halaman:

Komentar