Eva Manurung Sindir Pedas Isu Jual-Beli Rekaman CCTV Inara Rusli

- Senin, 29 Desember 2025 | 06:30 WIB
Eva Manurung Sindir Pedas Isu Jual-Beli Rekaman CCTV Inara Rusli

Heboh lagi. Kali ini, sindiran pedas Eva Manurung, ibunda Virgoun, kepada Inara Rusli jadi sorotan. Semuanya berawal dari satu hal: video rekaman CCTV.

Video yang diambil dari lantai tiga rumah Inara itu kini jadi barang bukti penting. Wardatina Mawa, istri sah Insanul Fahmi, yang membawanya ke polisi untuk melaporkan dugaan perselingkuhan. Tapi, Inara tak terima begitu saja. Dia malah balik melaporkan Wardatina ke Polda Metro Jaya awal Desember lalu, dengan tuduhan akses ilegal.

Nah, yang bikin ruwet, belakangan beredar kabar bahwa rekaman CCTV itu malah dikabarkan akan dijual-belikan. Mendengar isu itu, Eva Manurung akhirnya tak bisa diam.

Dengan nada sinis, Eva menegaskan bahwa rekaman itu bukanlah komoditas yang layak diperdagangkan.

"Hah dijual lagi, emang Inara lo siapa? Bintang top dunia?"

"Bisa dijual gituannya (CCTV) paling laku juga tiga juta," tembak Eva dalam channel YouTube Intens Investigasi, Minggu lalu.

"Mau ngapain? Pakai logika dikit, mau apa?," imbuhnya lagi.

Eva juga geram dengan tudingan yang menyebut putranya, Virgoun, sebagai pihak yang memberikan rekaman itu kepada Wardatina. Baginya, tuduhan itu sama sekali tak masuk akal.

"Terus anak gue mau jual gitu? Bukan memperdalam nasib anaknya. Pakai ini sedikit, pakai otak, jangan bikin gue emosi deh," tegasnya.

Soal bagaimana rekaman itu bisa bocor, Eva punya penjelasan sendiri. Menurutnya, akses ke sistem CCTV sepenuhnya ada di tangan Inara.

"Kan dia udah ganti CCTV, ganti PIN dia apa dioyok-oyok," ujar Eva.

Ia menambahkan, kedatangan Virgoun ke rumah mantan istrinya itu murni untuk urusan anak mereka. "Virgoun datang hanya kewajiban anak melihat anak, dia libur ambil jalan kasih makan senang-senang," tandasnya.

Begitulah. Kasus yang berawal dari video itu kini makin berbelit, dengan saling lapor dan sindir-menyindir yang tak kunjung reda.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar