Komisioner Polisi Mal Lanyon akhirnya memberikan penjelasan soal terduga pelaku penembakan maut di Bondi, Sydney. Peristiwa tragis itu merenggut nyawa dua belas orang di pantai yang biasanya ramai itu.
Dalam jumpa pers yang digelar, Lanyon menyebut satu pelaku, pria berusia 50 tahun, sudah tewas di tempat kejadian. "Kami tidak lagi mencari orang ketiga," tegasnya, mencoba meredam spekulasi yang beredar. Informasi ini sekaligus menegaskan bahwa ancaman langsung telah berakhir.
Di sisi lain, pelaku lainnya yang berusia 24 tahun sempat dalam kondisi kritis. Kabar terbaru, kondisinya mulai menunjukkan tanda-tanda stabil. Yang menarik, keduanya ternyata memiliki hubungan keluarga ayah dan anak. Fakta ini tentu menambah dimensi lain pada kasus yang sudah begitu pelik.
Lanyon juga mengungkap detail mengejutkan. Pria berumur 50 tahun itu tercatat memiliki enam izin kepemilikan senjata api. Dan persis enam pucuk senjata ditemukan di lokasi kejadian perkara.
"Pemeriksaan balistik dan forensik akan menentukan apakah keenam senjata api tersebut adalah senjata yang terdaftar atas nama pria tersebut,"
ujar Lanyon. Proses itu kini menjadi kunci untuk melacak asal-usul senjata yang digunakan dalam aksi brutal tersebut.
Suasana di lokasi konferensi pers terasa berat. Lanyon tampak serius, menyampaikan fakta-fakta dengan hati-hati meski pertanyaan dari wartawan terus berdatangan. Investigasi masih berjalan panjang, tapi setidaknya beberapa titik terang mulai muncul.
Artikel Terkait
Buronan Kasus Penipuan Seleksi Dirut Bank Bengkulu Dibekuk di Yogyakarta
Ronaldo Cetak Dua Gol, Bawa Portugal Hancurkan Uzbekistan 5-0 dan Ciptakan Sejarah Enam Edisi Piala Dunia
1.000 Buruh PT SGS Jombang Demo Tolak PHK Sepihak, Tuding Perusahaan Rekrut Pekerja Outsourcing
Ronaldo Cetak Sejarah: Gol di Enam Edisi Piala Dunia Berbeda