NAKHON RATCHASIMA – Prestasi luar biasa ditorehkan kontingen atletik Indonesia di ASEAN Para Games 2025. Hanya dalam empat hari, mereka sudah mengumpulkan 38 medali emas. Sungguh pencapaian yang fantastis, jauh melampaui ekspektasi awal yang hanya menargetkan 25 emas.
Di Main Stadium 80th Birthday Anniversary Stadium, semangat Merah Putih berkibar kencang. Pelatih kepala, Slamet Widodo, tak bisa menyembunyikan rasa syukur dan bangganya. Menurutnya, ini semua berkat doa masyarakat dan kegigihan luar biasa para atlet di lapangan.
"Terima kasih berkat doa dari masyarakat Indonesia alhamdulillah para atletik bisa melampaui target," ujar Slamet.
"Target awal 25 sampai malam ini sudah 38 medali emas dan ini masih bisa bertambah karena masih ada yang tanding malam ini dan besok," tambahnya penuh harap.
Pria asal Klaten ini benar-benar terkesan dengan fokus anak asuhnya. Ada yang awalnya cuma diincar perak, eh malah pulang bawa emas. Semangat membara untuk mengharumkan nama bangsa jadi bahan bakar utama mereka. Dominasi Indonesia terlihat di berbagai nomor, mulai dari lari, lompat, sampai lempar. Slamet bilang, kunci kemenangannya ada pada disiplin emosi atlet saat bertanding. Mereka berhasil mengungguli lawan-lawan se-Asia Tenggara.
Di sisi lain, event di Thailand ini bukan cuma soal perolehan medali. Ini juga jadi ajang penting untuk memantau bibit-bibit baru. Banyak atlet muda dan debutan yang tampil impresif. Performa mereka jadi bahan pertimbangan untuk dipromosikan ke level yang lebih tinggi, seperti Asian Para Games di Jepang atau bahkan Paralimpiade.
"Anak-anak yang nanti limitnya bagus akan kita promosikan ke Asian Para Games Jepang, untuk yang belum tetap kita dorong kita beri semangat," jelas Slamet.
"Supaya nanti sekembalinya dari pelatnas bisa terus latihan karena banyak yang masih muda berpotensi bahkan debutan bisa berkembang ke level lebih tinggi," sambungnya.
Harapannya jelas. Catatan waktu dan limit para atlet harus terus dikejar agar Indonesia punya lebih banyak wakil di panggung tertinggi olahraga disabilitas dunia. Masih banyak yang muda dan punya masa depan cerah.
"Kemudian ada beberapa yang menjadi catatan bisa masuk ke paralimpiade, kemudian ada atlet baru yang juga bagus, intinya masih banyak yang muda-muda yang bisa kita proyeksikan ke paralimpiade, mohon doanya," pungkas Slamet menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
PSM Makassar Hadapi Laga Hidup Mati Lawan Bali United demi Jauh dari Zona Degradasi
Persaingan Tiga Tim di Grup B Championship Makin Sengit, Tiket Promosi Liga 1 Ditentukan di Laga Terakhir
Allegri Kritis soal Puasa Gol Pulisic dan Inkonsistensi Leao Usai Milan Ditahan Juventus
Persija Jamu Persis Solo demi Asa Juara, Laskar Sambernyawa Berjuang Hindari Degradasi