Yuran Fernandes Didesak Keluar, Persebaya Siap Jadi Pelabuhan Baru

- Minggu, 25 Januari 2026 | 22:30 WIB
Yuran Fernandes Didesak Keluar, Persebaya Siap Jadi Pelabuhan Baru

Pelatih asal Portugal itu kini menukangi Persebaya. Dialah yang paling paham karakter Yuran, yang pernah mengeluarkan versi terbaik sang bek. Di tangan Tavares dulu, Yuran menjelma jadi bek modern yang disiplin dan efektif.

“Jika ingin memiliki tim yang kuat, setiap posisi harus punya dua atau tiga pemain yang bersaing secara sehat. Kami butuh keseimbangan antara pemain cepat dan pemain yang kuat dalam duel udara,” ujar Tavares suatu kali.

Pernyataannya itu seperti menggambarkan Yuran dengan sempurna. Postur menjulang, dominan di udara, berbahaya saat bola mati.

Bayangkan jika mereka bersatu lagi di Surabaya. Dengan sistem yang stabil dan kepercayaan penuh dari pelatih yang mengenalnya, Yuran punya peluang emas untuk bangkit. Mencari kembali bentuk terbaiknya yang sempat hilang.

Tapi tentu, jalannya tak mulus. Persebaya punya masalah slot pemain asing yang sudah penuh. Untuk mendatangkan Yuran secara permanen, mereka harus mengorbankan satu pemain lain plus menanggung biaya pemutusan kontrak. Belum lagi tebusan kontraknya ke PSM.

Opsi yang lebih masuk akal adalah peminjaman. Skema ini lebih aman dan fleksibel buat kedua belah pihak. Bagi Yuran, ini jadi kesempatan memulihkan kepercayaan diri jauh dari hiruk-pikuk kritik di Makassar. Bagi PSM, ini bisa jadi jeda untuk mengevaluasi tanpa harus melepasnya untuk selamanya.

Sekarang, bola ada di pengurus klub. Apakah PSM akan tetap mempertaruhkan Yuran di tengah gelombang ketidakpercayaan ini? Atau justru membuka pintu bagi kepergiannya?

Buat Yuran sendiri, ini lebih dari sekadar urusan pindah klub. Ini ujian mental. Bertahan dan berjuang membuktikan diri di Makassar, atau memulai lembaran baru di tempat yang lebih familiar, bersama sang mentor.

Jika reuni dengan Tavares benar terjadi, siapa tahu kita akan menyaksikan kebangkitan sang bek jangkung. Tempatnya mungkin akan berubah. Tapi pertanyaan besarnya tetap sama: bisakah Yuran Fernandes kembali menjadi tembok kokoh yang dulu ditakuti?


Halaman:

Komentar