Tekanan di Makassar kini memuncak. Karier Yuran Fernandes di PSM benar-benar di ujung tanduk. Bek asal Tanjung Verde itu didesak hengkang oleh suporter Juku Eja, setelah performanya dinilai terus mengecewakan.
Semua berawal dari kekalahan memalukan dari Persijap Jepara di Super League akhir pekan lalu. Yuran, yang biasanya garang, tampak seperti kehilangan nyali. Gerakannya lamban, keputusannya ragu-ragu. Dua gol lawan konon berawal dari kesalahan fatal di jantung pertahanan, dan namanya paling sering disebut.
Kekalahan itu jadi titik didih. Kritik berubah jadi desakan terbuka.
“Dengan berat hati, maaf sepertinya sudah saatnya, Yuran Out,” tulis seorang suporter di media sosial. Yang lain lebih keras, menudingnya melakukan blunder beruntun dalam tujuh laga terakhir.
Tagar YURANOUT pun membanjiri linimasa. Banyak yang menyoroti sikapnya yang terlalu pasif saat gol-gol itu tercipta. Hanya diam mengamati, gagal melakukan sapuan sederhana. Kesalahan yang dianggap tak pantas untuk seorang kapten.
Ironis sekali. Dulu, di bawah asuhan Bernardo Tavares, Yuran adalah pilar utama. Dia jadi simbol kekuatan belakang PSM saat mereka juara liga pada 2022/2023. Sosoknya disegani, disiplin, dan garang.
Tapi sepak bola tak mengenal nostalgia. Performa terkini adalah segalanya. Dan musim ini, nilai Yuran di mata publik Makassar terus merosot tajam. Dari pilar juara, kini dia dianggap sebagai titik lemah.
Di sisi lain, situasi sulit ini justru membuka peluang. Kabarnya, Persebaya Surabaya mulai melirik. Bek setinggi hampir dua meter itu dinilai cocok dengan kebutuhan Green Force yang butuh penguasa udara di lini belakang.
Bursa transfer putaran kedua masih terbuka, jadi peluang itu nyata. Adaptasi? Itu bukan masalah besar buat Yuran. Dia sudah bertahun-tahun main di Indonesia, paham betul ritme dan tekanan sepak bola sini.
Namun begitu, faktor penarik terkuat mungkin bukan klubnya, melainkan orangnya: Bernardo Tavares.
Artikel Terkait
Cunha Hantam Arsenal, United Boyong Tiga Poin dari Emirates
Barcelona Hancurkan Real Oviedo, Yamal Sempurnakan Malam dengan Gol Salto
Kurzawa Sambut Sorakan Bobotoh, Persib Kokoh di Puncak Usai Tekuk PSBS Biak
38 Emas di ASEAN Para Games, Kontingen Atletik Indonesia Lampaui Target