Memasuki babak kedua, dominasi Como tak berkurang sedikit pun. Sebaliknya, Torino justru terlihat semakin tak berdaya. Mereka kesulitan bahkan sekadar untuk membangun serangan yang berarti. Pada menit ke-59, wasit menunjuk titik putih setelah terjadi pelanggaran di kotak terlarang. Lucas Da Cunha maju dengan percaya diri, dan dengan tenang menggandakan kontribusi golnya malam itu. 3-0.
Douvikas kemudian menyelesaikan pekerjaannya, mencetak brace di menit ke-66. Umpan terobosan lagi-lagi menjadi momok bagi pertahanan Torino. Douvikas yang menerimanya di dalam kotak penalti hanya perlu mengontrol, melewati kiper yang sudah keluar, lalu menceploskan bola ke gawang kosong. 4-0. Pertandingan ini sudah jelas arahnya.
Tapi Como belum puas. Di menit ke-70, Nicolas-Gerrit Kuhn yang baru masuk, menunjukkan aksinya. Ia melakukan "cut inside" dari sisi kanan, lalu dengan kaki kirinya melepaskan sepakan melengkung yang indah. Bola berbelok dan masuk ke pojok jauh gawang. Gol cantik untuk membuat skor 5-0.
Pesta gol ditutup oleh Maxence Caqueret enam menit kemudian. Ia mengontrol bola dengan dadanya di area berbahaya, lalu tanpa basa-basi melepaskan tembakan yang tak lagi bisa dihalangi Paleari. 6-0. Itulah skor akhir yang mencatatkan kemenangan paling gemilang bagi Como musim ini, sekaligus hari kelam bagi Torino yang pulang dengan tangan hampa.
Artikel Terkait
Marmoush dan Semenyo Bawa City Permalukan Wolves di Etihad
Herdman Soroti Keuntungan Strategis Pemain Diaspora di Super League
Bernardo Tavares: Dari Bayangan Mourinho ke Mimpi Guardiola di Persebaya
Gelombang Pemain Diaspora Serbu Super League, Siapa Lagi yang Ikut Pulang?