Di Pulau Saparua, Ambon, tantangan akses dan jarak adalah kenyataan sehari-hari. Tapi di tengah semua itu, ada sosok Selly. Seorang ibu rumah tangga yang kisahnya bikin kita merenung. Bagaimana tidak, dengan tekad bulat, ia membuka TK Sintiche secara gratis untuk anak-anak dari keluarga yang kurang mampu. Semua operasional sekolah ia tanggung sendiri, sampai-sampai pernah nyaris menyerah. Rasanya, panggilan hati untuk mendidik memang tak terbendung.
Namun begitu, semangatnya tak padam. Demi mempertahankan sekolah idamannya, Selly memberanikan diri membuka warung kecil. Lalu, di tahun 2022, jalan itu bertemu dengan program Mekaar dari PNM. Pertemuan itu memberinya akses modal dan juga pelatihan usaha. Hasilnya? Usahanya berkembang, sekolahnya pun akhirnya bisa terus bertahan. Bahkan kini, TK-nya juga menampung anak-anak dari nasabah Mekaar lainnya di sana.
Cerita Selly ini sederhana, tapi dampaknya luar biasa. Ia membuktikan bahwa dari pulau kecil dan peran seorang guru, bisa lahir kekuatan yang mengubah masa depan banyak anak.
Di sisi lain, perjalanannya tentu tidak berjalan sendirian. Dukungan dari Account Officer PNM Mekaar dan pertemuan rutin kelompok setiap minggu rupanya punya peran besar. Ruang belajar kolektif itu mengasah kepercayaan dirinya, sekaligus kapasitas kepemimpinan yang mungkin tak disadarinya.
“Dulu beta cuma pikir bagaimana caranya bantu ekonomi keluarga. Tapi sejak ikut Mekaar, beta belajar pimpin kelompok, saling berbagi, dan percaya kalau usaha kecil juga bisa berkembang asal jalan sama-sama,” ujar Selly.
“Dari pertemuan tiap minggu dan pendampingan itu, beta jadi lebih berani dan lebih yakin jalani semua.”
Artikel Terkait
Singtel Tunjuk Lionel Chng Gantikan Derrick Heng di Posisi Direktur Marketing Telkomsel
Purbaya Beri Mandat Baru, LPEI Dituntut Jadi Katalis Ekspor Nasional
Danantara Pacu Kompleks Haji di Makkah, Thakher Jadi Fondasi Awal
Menteri Amran Bongkar Aksi Bandel Pupuk hingga Minyak Goreng: 2.300 Izin Dicabut