Dari Warung ke Kelas: Kisah Ibu Selly yang Menjaga Sekolah Gratis di Pulau Saparua

- Selasa, 06 Januari 2026 | 07:54 WIB
Dari Warung ke Kelas: Kisah Ibu Selly yang Menjaga Sekolah Gratis di Pulau Saparua

Intinya, ini cerita tentang harapan. PNM hadir bukan cuma soal pinjaman modal, tapi lebih pada menemani setiap langkah kecil. Lewat Mekaar, proses pembiayaan berubah jadi sebuah perjalanan belajar belajar menata usaha, menguatkan mental, dan bertumbuh bersama dalam kelompok yang saling menyokong.

Hasilnya bisa dilihat. Dari Customer Survey Indeks Mekaar 2024, tercatat 72 persen nasabah merasa perannya dalam pengambilan keputusan keluarga meningkat. Lalu, 74 persen mengaku pendapatannya naik setelah bergabung. Yang menarik, 78 persen sudah punya dan paham implementasi laporan keuangan bisnis. Dan yang paling menggembirakan, 90 persen merasakan dampak kemandirian finansial.

Menanggapi angka-angka ini, Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, punya penekanan yang berbeda.

“Ini bukan sekadar survei, di balik angka-angka ini, ada cerita tentang ibu-ibu yang kini lebih berani berpendapat di rumahnya, usaha yang perlahan tumbuh, dan keluarga yang mulai berdiri di atas kakinya sendiri,” tegasnya.

“Itulah adalah upaya kami untuk terus hadir di tengah masyarakat dan mendorong agar semakin banyak kisah Bu Selly lainnya dari seluruh Indonesia.”

Dari pertemuan ke pertemuan, perlahan-lahan kapasitas mereka ditumbuhkan. Mereka yang dulu mungkin cuma bertahan, kini mulai punya keyakinan untuk bermimpi lebih jauh. Dan berjalan lebih mantap menuju masa depan.


Halaman:

Komentar