JEPARA Stadion Gelora Bumi Kartini bakal jadi tempat ujian nyata. Persijap Jepara, si tuan rumah, akan menjamu PSM Makassar. Tim asal Sulawesi Selatan itu memang punya nama besar, tapi jangan lupa, mereka juga punya masalah: performanya belum stabil musim ini.
Buat Persijap, ini bukan cuma pertandingan biasa. Ini soal mental. Sebagai tim promosi yang masih tercecer di dasar klasemen, mereka butuh momentum. Di kandang sendiri, Persijap sering tampil nekat. Mereka punya semangat, tapi kerap kehilangan konsentrasi di menit-menit penentu. Dukungan suporter Jepara yang fanatik dan dekat dengan lapangan, tentu jadi energi ekstra yang bisa mengubah segalanya.
Tapi lawannya bukan sembarang tim. PSM Makassar punya segudang pengalaman, pernah main di level Asia, dan kualitas skuadnya jelas lebih mumpuni. Meski begitu, musim ini mereka belum bisa dibilang meyakinkan. Rotasi pemain, formasi yang berubah-ubah, dan hasil yang fluktuatif bikin Juku Eja belum menemukan ritme terbaiknya.
Misi PSM ke Jepara jelas: bawa pulang tiga poin. Setelah hasil yang naik-turun di putaran pertama, kemenangan di awal putaran kedua adalah keharusan mutlak. Kalau mau tetap bersaing di papan atas, mereka harus mulai konsisten. Di atas kertas, laga ini menguntungkan PSM. Tapi sepak bola kan nggak pernah cuma soal kertas.
Persijap pasti tahu celah ini. Dibawah pelatih lokal yang pragmatis, mereka biasanya bermain rapat. Lini tengah dipadati pemain, lalu mengandalkan serangan balik cepat. Pola seperti ini sering bikin tim besar yang doyan menguasai bola jadi kewalahan. Persoalannya, efektivitas Persijap masih kurang. Mereka bisa bertahan dengan disiplin, tapi begitu dapat peluang, penyelesaiannya sering kurang tajam.
Menurut sejumlah pengamat, lini belakang PSM sebenarnya solid. Hanya saja, mereka kadang grogi ketika dihajar serangan balik yang cepat dan langsung. Nah, kalau Persijap bisa memanfaatkan momen kehilangan bola PSM, pertandingan bisa jadi jauh lebih seret dari yang dibayangkan.
Pertarungan di lini tengah akan jadi kunci utama. PSM kemungkinan besar akan mendominasi penguasaan bola, main pendek-pendek, sabar bangun serangan. Sebaliknya, Persijap akan coba memotong aliran itu dengan pressing dan duel fisik yang keras. Pertanyaannya, siapa yang lebih tahan banting? Dan yang lebih penting, siapa yang lebih jeli memanfaatkan sedikit kesalahan lawan?
Artikel Terkait
PSM Makassar Bertekad Hentikan Tren Negatif di Kandang Persijap
PSM Makassar Bertekad Curi Poin di Kandang Persijap Meski Ditinggal Dua Pilar
PSM Makassar Bertekad Hancurkan Pesta Persijap Meski Ditinggal Dua Pilar
Diam di Tengah Hiruk-Pikuk Bursa, Strategi PSM Bakal Jadi Senjata atau Bumerang?