Dari sisi psikologis, tekanan justru lebih berat di pundak PSM. Sebagai tim unggulan, mereka dituntut menang. Hasil imbang saja sudah akan dianggap gagal. Persijap justru berada di posisi yang lebih santai tak banyak beban, tapi punya peluang emas untuk bikin kejutan.
Tapi jangan salah, pengalaman bisa jadi faktor penentu. PSM sudah biasa main dalam tekanan, biasa menang dengan skor tipis di kandang lawan. Skenario ideal buat mereka adalah pertandingan ketat, gol jarang, dan dimenangkan oleh satu momen brilian: mungkin dari tendangan bebas, blunder bek lawan, atau finishing dingin di depan gawang.
Makanya, skor tipis terlihat paling masuk akal. Persijap bisa bikin PSM kesulitan, bahkan mungkin memaksa mereka bertahan lebih dalam. Tapi kalau PSM bisa menjaga fokus dan kesabaran hingga peluit akhir, kualitas individu dan jam terbang tinggi mereka bisa jadi pembeda.
Prediksi paling rasional? Kemenangan untuk tim tamu. Tipis saja.
Persijap Jepara 0 – 1 PSM Makassar.
Kemenangan yang mungkin nggak akan dramatis, tapi sangat krusial buat PSM buat tegaskan klaim mereka di papan atas. Buat Persijap, kekalahan tipis seperti ini pun tetap ada nilainya: sebuah pelajaran berharga tentang cara bertahan dan tetap berharap di kompetisi tingkat tertinggi.
Artikel Terkait
Raymond/Nikolaus Siap Hadang Malaysia di Final Indonesia Masters
Dua Harapan Tersisa, Indonesia Masters 2026 Berlanjut di Istora
Harapan Kandang Runtuh, Ganda Putri Indonesia Tersingkir di Semifinal Indonesia Masters
PSM Makassar Bertekad Hentikan Tren Negatif di Kandang Persijap