Hanya beberapa jam setelah operasi militer AS mengguncang Caracas, Wapens Venezuela Delcy Rodríguez sudah berdiri tegak di depan kamera. Dengan nada tegas, ia menuntut pembebasan segera Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Menurut Rodríguez, apa yang terjadi bukanlah penangkapan, melainkan sebuah "penculikan" yang brutal.
Siaran langsung jaringan televisi pemerintah VTV menangkap momen itu. Rodríguez berbicara dalam sesi Dewan Pertahanan Nasional, suaranya penuh keyakinan.
Ia dengan keras menyebut Maduro sebagai "satu-satunya Presiden Venezuela." Tak sendirian, para pejabat tinggi lain di sisinya juga menyuarakan hal serupa. Mereka bersikukuh bahwa operasi AS itu telah melanggar hukum internasional dan menyerang integritas wilayah Venezuela.
Artikel Terkait
Deru Sungai dan Gelisah Warga: Hidup dalam Bayang-Bayang Banjir Bandang di Muaro Pisang
Trump Klaim AS Bertanggung Jawab Atas Venezuela Usai Penangkapan Maduro
Salemba Tengah Bakal Satu Arah Dua Pekan, Dishub Uji Coba Atasi Macet
Kawah Raksasa Tiba-tiba Menganga di Tengah Sawah Situjuah Batua