Hanya beberapa jam setelah operasi militer AS mengguncang Caracas, Wapens Venezuela Delcy Rodríguez sudah berdiri tegak di depan kamera. Dengan nada tegas, ia menuntut pembebasan segera Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Menurut Rodríguez, apa yang terjadi bukanlah penangkapan, melainkan sebuah "penculikan" yang brutal.
Siaran langsung jaringan televisi pemerintah VTV menangkap momen itu. Rodríguez berbicara dalam sesi Dewan Pertahanan Nasional, suaranya penuh keyakinan.
Ia dengan keras menyebut Maduro sebagai "satu-satunya Presiden Venezuela." Tak sendirian, para pejabat tinggi lain di sisinya juga menyuarakan hal serupa. Mereka bersikukuh bahwa operasi AS itu telah melanggar hukum internasional dan menyerang integritas wilayah Venezuela.
Artikel Terkait
Keluarga Laporkan Suami Gadungan yang Klaim Anak Pejabat DPRD Makassar
BNPP Soroti Peran Strategis Dai dalam Pembangunan Kawasan Perbatasan
Hizbullah Tolak Rencana Israel untuk Negosiasi Langsung dengan Lebanon
Megawati Terima Kunjungan Dubes Saudi, Bahas Hadiah Anggrek hingga Gelar Doktor Kehormatan