Dunia sepak bola Indonesia kembali dikejutkan oleh tindakan brutal di lapangan. Kiper PSIR Rembang, Raihan Alfariq, kini harus menanggung konsekuensi terberat: larangan bermain seumur hidup. Semua ini berawal dari sebuah tendangan "kung-fu" liar yang ia arahkan ke dada Rizal Dimas Agesta, pemain Persikaba Blora, dalam laga Liga 4 Jawa Tengah.
Kejadian memilukan itu berlangsung di Stadion Krida, Rabu lalu. Bukan sekadar pelanggaran biasa, tendangan sang kiper itu dilakukan dengan kesengajaan yang nyata, hingga membuat Rizal harus dilarikan dan dirawat di rumah sakit. Adegan yang lebih pantas di film laga itu benar-benar terjadi di atas rumput hijau.
Menanggapi insiden serius ini, Komite Disiplin PSSI Jawa Tengah pun bergerak cepat. Mereka menggelar sidang maraton yang berlangsung lebih dari tiga jam, mulai pukul setengah sembilan malam hingga mendekati tengah malam.
Ketua Komdis, Samuel Evan Haryono, kemudian menyampaikan keputusan tegas tersebut dalam jumpa pers keesokan harinya.
"Sidang kami fokuskan untuk mengusut tindakan di luar kewajaran yang dilakukan kiper PSIR Rembang, nomor punggung 77, Raihan Alfariq," jelas Evan.
Ia menegaskan bahwa perbuatan Raihan dinilai sangat membahayakan keselamatan pemain lain. Oleh karena itu, sanksi berat harus dijatuhkan. Dasar hukumnya merujuk pada sejumlah pasal dalam Kode Disiplin PSSI 2025.
Artikel Terkait
Barcelona Incar Haaland Meski Kontrak di City Masih Panjang
Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Buka Peluang bagi Indonesia
Sydney Sweeney Pamer Skill Sepak Bola di Stadion Sporting CP Usai Pertandingan
Herdman Panggil Elkan Baggott, Persaingan Bek Tengah Timnas Memanas