Empat menit masuk perpanjangan waktu, giliran Senegal yang menebus. Pape Gueye melepaskan tendangan spektakuler. Gol! Itulah yang akhirnya memastikan trofi milik Singa Teranga.
Namun begitu, janji bonus presiden ini muncul di saat yang cukup pelik. Senegal sendiri sedang bergulat dengan beban utang yang berat. Laporan IMF menyebutkan rasio utang negara ini mencapai 132% dari PDB di akhir 2024. Pemerintahan sekarang juga mengungkap ada utang miliaran dolar yang tak dilaporkan oleh rezim sebelumnya.
Ini adalah gelar Piala Afrika kedua bagi Senegal. Mereka pertama kali juara pada 2021, mengalahkan Mesir di final. Kemenangan kali ini terasa lebih istimewa karena diraih di tanah lawan, menghentikan ambisi Maroko yang jadi tuan rumah.
Patrice Motsepe, presiden Konfederasi Sepak Bola Afrika, sebelumnya sudah mengumumkan hadiah uang untuk pemenang. Pemenang edisi ke-35 di Maroko itu berhak atas 10 juta dolar AS. Tapi, janji tambahan dari Presiden Faye jelas menjadi cerita lain yang bikin heboh.
Artikel Terkait
Persis Solo Tak Henti Berburu, Irfan Jaya dan Alta Ballah Jadi Target Berikutnya
Perjuangan Putri Kusuma Wardani Terhenti di Babak 16 Besar Indonesia Masters
Persija Bidik Ivar Jenner dan Shayne Pattynama untuk Amunisi Juara
Deeney Beri Sinyal: Liverpool Harus Segera Pisah dari Salah?