“Saya merasa ada 1-2 pemain yang buat kami tidak senang dengan penampilannya,” ujarnya.
“Membuat kami akan melakukan perubahan, tapi tidak terlalu banyak.”
Bagi pelatih berusia 53 tahun itu, stabilitas adalah kunci. Dengan catatan sebagai tim nomor satu di putaran pertama, untuk apa mengobrak-abrik komposisi yang sudah jalan? Justru, menurut Hodak, tim-tim yang berada di papan bawah lah yang punya kebutuhan mendesak untuk berubah.
“Sebenarnya kami adalah tim nomor satu putaran pertama,” katanya lagi, menegaskan.
“Justru tim-tim yang di papan bawah yang mungkin akan melakukan banyak perubahan. Bagi kami, mungkin akan dilakukan penguatan.”
Keputusan ini jelas menunjukkan kepercayaan diri. Persib seolah berkata, mereka tak mau terjebak dalam hiruk-pikuk transfer yang instan. Yang diutamakan adalah kesinambungan dan chemistry tim yang sudah terbangun. Meski begitu, tekanan di putaran kedua pasti akan lebih berat. Rival-rival mereka sudah memperkuat diri, dan tantangan untuk mempertahankan konsistensi akan jadi ujian sesungguhnya bagi strategi “anti-ribut” ala Bojan Hodak ini.
Artikel Terkait
Balas Dendam Korea Selatan Siap Uji Nyali Garuda Futsal di Indonesia Arena
Persis Solo Garap Lima Pemain Baru, Trio Serbia Jadi Andalan
Rizky Dwi Pangestu Pilih Garudayaksa FC demi Menit Bermain dan Ambisi Promosi
Persebaya Ganti Haluan: Dari MBG ke BBM, Tavares Siapkan Era Baru di Lini Depan