Suasana tegang masih terasa di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Sabtu malam (7/3/2026) lalu. Laga seru antara Malut United dan PSM Makassar yang berakhir 3-3 ternyata cuma jadi pembuka. Masalah sesungguhnya baru dimulai setelah wasit meniup peluit panjang.
Ya, pertandingan pekan ke-25 BRI Super League itu berakhir ricuh. Bukan di lapangan, tapi justru di belakang layar. Intinya, wasit utama berlisensi FIFA, Thoriq Alkatiri, beserta seluruh perangkat pertandingannya, mendapat teror dari oknum suporter yang emosinya meledak.
Ruang Transit yang Tak Lagi Aman
Usai laga, seperti biasa, wasit dan kawan-kawan berjalan menuju ruang transit. Tempat yang seharusnya steril. Tapi sore itu, pagar hidup dan petugas keamanan rupanya tak cukup menghalangi.
Sejumlah suporter kecewa berat dengan jalannya pertandingan menerobos. Mereka masuk ke area terlarang, menghampiri para wasit, dan melontarkan ancaman. Situasi langsung panas. Suasana yang semestanya dingin dan profesional berubah jadi mencekam dalam sekejap.
Melihat hal ini, aparat gabungan TNI-Polri yang berjaga di luar langsung bergerak. Pengamanan diperketat. Keselamatan para pengadil lapangan jadi prioritas utama saat itu.
Kemarahan Sang Kapala Bagian Operasi
Pasca-insiden, Kepala Bagian Operasi Polres Ternate, Mochtar Tenu, langsung pimpin apel pengamanan. Wajahnya tampak masam. Amarahnya terutama ditujukan pada petugas steward yang dinilainya gagal menjalankan tugas.
Artikel Terkait
Intimidasi terhadap Wartawan dan Wasit Warnai Laga Malut United vs PSM di Ternate
Wasit FIFA Jadi Sasaran Pukulan Suporter Usai Laga Seru Malut United vs PSM
Barcelona Amankan Kemenangan Tipis di Bilbao, Atletico Menang Dramatis
Chelsea, Manchester City, dan Arsenal Lolos ke 8 Besar Piala FA Lewat Laga Sengit