Wasit Utama Diteror Suporter Usai Laga Seru Malut United vs PSM Makassar

- Minggu, 08 Maret 2026 | 11:00 WIB
Wasit Utama Diteror Suporter Usai Laga Seru Malut United vs PSM Makassar
Laporan Pertandingan

Suasana tegang masih terasa di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Sabtu malam (7/3/2026) lalu. Laga seru antara Malut United dan PSM Makassar yang berakhir 3-3 ternyata cuma jadi pembuka. Masalah sesungguhnya baru dimulai setelah wasit meniup peluit panjang.

Ya, pertandingan pekan ke-25 BRI Super League itu berakhir ricuh. Bukan di lapangan, tapi justru di belakang layar. Intinya, wasit utama berlisensi FIFA, Thoriq Alkatiri, beserta seluruh perangkat pertandingannya, mendapat teror dari oknum suporter yang emosinya meledak.

Ruang Transit yang Tak Lagi Aman

Usai laga, seperti biasa, wasit dan kawan-kawan berjalan menuju ruang transit. Tempat yang seharusnya steril. Tapi sore itu, pagar hidup dan petugas keamanan rupanya tak cukup menghalangi.

Sejumlah suporter kecewa berat dengan jalannya pertandingan menerobos. Mereka masuk ke area terlarang, menghampiri para wasit, dan melontarkan ancaman. Situasi langsung panas. Suasana yang semestanya dingin dan profesional berubah jadi mencekam dalam sekejap.

Melihat hal ini, aparat gabungan TNI-Polri yang berjaga di luar langsung bergerak. Pengamanan diperketat. Keselamatan para pengadil lapangan jadi prioritas utama saat itu.

Kemarahan Sang Kapala Bagian Operasi

Pasca-insiden, Kepala Bagian Operasi Polres Ternate, Mochtar Tenu, langsung pimpin apel pengamanan. Wajahnya tampak masam. Amarahnya terutama ditujukan pada petugas steward yang dinilainya gagal menjalankan tugas.

"Kita hadir di sini bukan untuk nonton bola. Tugas kita adalah mengamankan. Kalau sudah diterima tugas, tanggung jawab harus diletakkan di depan," ujar Mochtar, suaranya keras dan tegas di hadapan anak buahnya.

Dia menegaskan, laporan ancaman di ruang transit itu benar adanya. Itu adalah kegagalan sistem pengamanan internal stadion.

Menurutnya, para steward harus paham betul job description mereka. Tidak ada ruang untuk main-main atau setengah hati.

"Kalian harus tahu persis tugas kalian saat di dalam stadion, jangan main-main," pungkasnya. Nada itu jelas sebuah teguran keras, sekaligus peringatan untuk ke depannya.

Diawasi Ketat Hingga ke Hotel

Berdasarkan pantauan di lokasi, akhirnya wasit dan timnya bisa keluar dari stadion dengan selamat. Tapi prosesnya tidak mudah. Mereka dikawal ketat oleh aparat, dikelilingi formasi pengamanan berlapis, sebelum akhirnya dibawa mobil menuju hotel penginapan.

Pengawalan intensif itu terus berlanjut. Semua untuk memastikan tidak ada lagi gangguan atau teror yang mengancam keselamatan mereka.

Sampai saat ini, sayangnya, panitia penyelenggara dari Malut United masih bungkam. Belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan terkait insiden memalukan di stadion kebanggaan mereka itu. Semuanya masih ditutup-tutupi, seolah hanya angin lalu. Padahal, kejadian seperti ini bisa jadi catatan buruk bagi sepak bola kita.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar