Martinez Panas, Legenda MU Sindir Mentalitas Bek Argentina

- Selasa, 20 Januari 2026 | 11:00 WIB
Martinez Panas, Legenda MU Sindir Mentalitas Bek Argentina
Berita Sepak Bola

Kemenangan di Derbi, Tapi Drama di Balik Layar MU Masih Berlanjut

MANCHESTER Hasil positif akhirnya datang. Manchester United meraih kemenangan penting dalam derbi panas melawan rival sekota. Perubahan pelatih sepertinya memberi angin segar. Tapi, jangan dulu berpesta. Soalnya, di balik sorak-sorak kemenangan, keributan internal justru kembali memanas.

Kali ini, pusat badainya adalah Lisandro Martinez. Bek tangguh asal Argentina itu tersulut emosi setelah mendapat kritik pedas. Reaksinya yang blak-blakan langsung memicu perdebatan sengit.

Kritik itu datang dari dua sosok yang sangat dihormati di Old Trafford: Paul Scholes dan Nicky Butt. Kedua legenda itu tak tinggal diam. Mereka balik menyerang, menasihati Martinez agar bersikap lebih dewasa dalam menghadapi komentar dari orang luar.

Semuanya berawal dari candaan Scholes dan Butt di sebuah podcast. Saat menganalisis laga derbi, mereka mengolok-olok tinggi badan Martinez yang tak sampai 180 cm. Bagaimana mungkin, canda mereka, dia bisa menghadapi Erling Haaland, striker City yang bak menara jangkung? Mereka bahkan berkelakar bahwa Haaland bisa saja mengangkat Martinez dan lari bersamanya di lapangan.

Ternyata, Martinez punya jawabannya di lapangan hijau. Penampilannya sangat dominan dan menjadi kunci kemenangan United 2-1. Bukan cuma itu, usai pertandingan, dia melontarkan respons yang tak kalah pedas. Martinez menantang Scholes untuk datang ke rumahnya jika punya masalah, ketimbang hanya berkomentar di media.

Perkataan itu tentu saja sampai ke telinga kedua mantan pemain tersebut. Dalam episode terbaru podcast mereka, "The Good, The Bad and The Football", Scholes dan Butt membahasnya panjang lebar.

Scholes mengawali dengan pujian. Dia mengakui performa Martinez di derbi luar biasa.

"Itu memang bisa memicu semangat seseorang," ujar Scholes, mengutip pernyataannya dari France24.

Tapi, pujian itu langsung diikuti catatan. Scholes masih ragu.

"Menurutku kita boleh sedikit merasa dihargai atas penampilan Martinez hari Sabtu lalu. Satu pertandingan brilian sudah dia mainkan. Tapi kalau kamu mulai banyak bicara dan berteriak-teriak, ingat, sepak bola punya kebiasaan buruk: ia akan berbalik menghantammu. Aku belum berubah pikiran. Masih ragu apakah kita bisa juara liga dengannya. Dia harus konsisten seperti itu dalam waktu yang lama. Apa yang dilakukannya Sabtu lalu brilian, tapi itu harus berkelanjutan."

Scholes juga mengungkapkan bahwa dia sudah bertukar pesan pribadi dengan Martinez via media sosial dan memberikan nomor teleponnya. Sayangnya, hingga kini belum ada kabar dari sang pemain.

Di sisi lain, Nicky Butt punya pendapat yang lebih keras. Baginya, reaksi emosional Martinez justru mempertanyakan mentalitas sang pemain.

"Itu cuma lelucon. Jelas sekali Haaland tidak akan benar-benar mengangkatnya dan lari, kan? Itu cuma kiasan," jelas Butt.
"Kalau seseorang sampai sangat kesal dengan sesuatu di media atau podcast… lalu keluar dan bilang, 'Datanglah ke rumahku', ya… cobalah dewasa," tegasnya.
"Serius, kalau kamu mudah sekali tersinggung hanya karena komentar orang, mungkin kamu tidak cocok di klub besar. Di Manchester United, kritikan seperti itu akan selalu ada sepanjang kariermu. Tidak ada masalah pribadi antara kami dan Martinez. Sama sekali tidak."

Jadi, meski tiga poin berhasil direbut, suasana di dalam klub masih belum benar-benar tenang. Kemenangan di lapangan ternyata belum cukup untuk meredam perang kata-kata di luar lapangan. Martinez membuktikan kelasnya dengan bola, namun duel dengan para legenda lewat media masih terus berlanjut.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar