1. Taruhan pada Pemain Muda
Ketidakhadiran para pilar utama bukan akhir dari segalanya. Bagi Herdman, ini justru bisa jadi peluang. Opsinya jelas: memainkan pemain-pemain muda.
Mengandalkan anak muda bukan berarti menyerah. Justru sebaliknya. Turnamen seperti Piala AFF bisa menjadi panggung ideal untuk menemukan bintang-bintang baru. Siapa tahu, dari sini akan muncul talenta yang nantinya bisa diandalkan di ajang lebih besar seperti Piala Asia 2027 atau Kualifikasi Piala Dunia. Herdman melihat ini sebagai kesempatan emas untuk menyatukan dan menguji pemain lokal, mencari bibit-bibit terbaik yang selama ini mungkin kurang mendapat perhatian.
2. Mengerahkan Bintang Liga Lokal
Di sisi lain, Indonesia punya Super League yang tak kalah panas. Kompetisi lokal ini seringkali menjadi tempat pemain-pemain muda bersinar. Kabar baiknya, ketika Piala AFF bergulir nanti, Super League 2026/2027 dipastikan sedang libur. Begitu juga dengan liga-liga di Thailand, Malaysia, dan Vietnam.
Kondisi ini membuka jalan lebar bagi Herdman. Dia bisa memanggil pemain-pemain top lokal seperti Eliano Reijnders dari Persib Bandung atau Sandy Walsh yang membela Buriram United. Mereka punya kualitas dan, yang terpenting, tersedia.
Jadi, siapa pengganti para pemain naturalisasi yang tak bisa datang? Jawabannya ada di lapangan hijau Super League. Ini saatnya bagi pemain muda untuk menunjukkan taring, menarik perhatian pelatih, dan akhirnya membuktikan diri layak mengenakan jersey Merah Putih. Momentumnya tepat.
Artikel Terkait
Putri Cantik John Herdman Curi Perhatian di Debut Pelatih Baru Timnas Indonesia
Janice Tjen Buka Musim dengan Gelar Ganda di Hobart
City Terkapar, United Siap Garuk Poin di Derby Manchester?
Carrick Bicara Magis MU Jelang Derbi Panas Kontra City