Pernyataannya itu jelas bukan isapan jempol belaka. Mereka kini punya dapur pacu baru, Red Bull Powertrain, hasil kolaborasi dengan Ford. Kerja sama dengan Honda yang membawa banyak kesuksesan sejak 2019 telah berakhir. Performa mesin anyar ini masih menjadi tanda tanya besar. Ditambah lagi dengan perubahan regulasi teknis yang masif, wajar jika Red Bull merasa was-was.
Kabar ini tentu kurang menyenangkan bagi Max Verstappen. Sang juara dunia yang kehilangan mahkotanya musim lalu dari Lando Norris mungkin harus bersabar lebih lama. Hasratnya merebut kembali gelar bisa jadi tertunda.
Di sisi lain, ada wajah baru di garasi. Isack Hadjar, pembalap Prancis, akan mendampingi Verstappen menggantikan Yuki Tsunoda. Kombinasi pembalap yang solid plus paket mobil yang penuh misteri, memang bikin penasaran.
Jawabannya akan mulai terkuak di Melbourne. Seri pembuka F1 2026 di Sirkuit Albert Park, Australia, pada 6-8 Maret nanti, akan jadi ujian pertama yang sesungguhnya. Apakah Red Bull benar-benar akan terpuruk, atau justru memberi kejutan? Kita lihat saja.
Artikel Terkait
Martin Siap Gempur Thailand 2026 Usai Lalui Tahun Kelam di Aprilia
Hudson Lega, Thailand Hindari Grup Neraka Indonesia di Piala AFF 2026
Fajar/Fikri Rindu Gemuruh Istora, Tantang Suporter Tandingi Suasana Malaysia
Rossi Prediksi MotoGP 2026 Jadi Ajang Kebangkitan Martin dan Bagnaia