Malam itu di studio iNews TV, Laksamana Muda TNI (Purn) Iskandar Sitompul membahas sebuah isu yang memanas: serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Perang Besar, Bagaimana Indonesia?', mantan Kapuspen TNI itu menyoroti sebuah aspek yang kerap tersembunyi di balik aksi militer terbuka. Menurutnya, ada peran intelijen di sana.
"Ada indikasi data intelijen," ujar Iskandar Sitompul, tegas.
Ia lalu menjabarkan logika konflik yang umumnya ditempuh negara-negara. Menurut sang eks jenderal, perang selalu jadi opsi terakhir. Yang pertama harus diupayakan adalah diplomasi. Namun begitu, ia meyakini ada informasi sensitif mungkin terkait program nuklir Iran yang menjadi pemicu. Ketika jalur perundingan mentok, situasi bisa meledak seperti sekarang.
"Pada saat diplomasi gagal, kejadian seperti ini. Kita jangan ingkari regulasi perjanjian dan lainnya," tuturnya menutup pembahasan.
Serangan yang dimaksud bukanlah insiden kecil. Agresi AS dan Israel ke berbagai titik di Iran, termasuk Teheran, meninggalkan luka yang dalam. Korban jiwa dari pihak Iran dilaporkan mencapai angka 742 orang. Lebih dari sembilan ratus warga sipil lainnya mengalami luka-luka. Kerusakan infrastruktur pun parah.
Iran tentu tak tinggal diam. Mereka membalas dengan meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel dan beberapa instalasi militer AS yang beroperasi di Timur Tengah. Situasinya makin rumit, dan dunia menahan napas.
Artikel Terkait
BPJPH Belajar Tata Kelola Lab ke BPOM untuk Perkuat Sertifikasi Halal
Putra Bupati Malang Buka Suara Usai Dilantik Jadi Kepala DLH
TVRI Buka Pendaftaran Tempat Nonton Bareng Piala Dunia 2026
Bareskrim Bongkar Aliran Rp 124 Miliar Narkoba Disamarkan Sebagai Amal dan DP Mobil