Kemenangan itu rupanya memberi suntikan semangat besar bagi tuan rumah. Mereka masuk ke gim kedua dengan energi yang masih on fire. Tekanan yang mereka berikan begitu kuat, membuat Sabar/Reza kesulitan bernapas. Tertinggal 0-7, situasi jadi sangat sulit. Pada interval, defisit mereka sudah cukup lebar: 2-11.
Usai jeda, ada sedikit tanda kebangkitan. Sabar dan Reza mulai menemukan ritme, berusaha keluar dari tekanan. Poin demi poin berhasil mereka kumpulkan, mendekat hingga 10-14. Sebuah secercah harapan.
Tapi harapan itu pupus dengan cepat. Chia/Soh, yang tampaknya tak ingin pertarungan berlarut-larut, langsung menggenjot permainan. Serangan balik mereka efektif, mematikan. Sabar/Reza kesulitan berkutik lagi. Gim kedua pun harus mereka akhiri dengan kekalahan telak, 10-21.
Momentum Chia/Soh memang sedang bagus. Dan di hari itu, mereka berhasil mempertahankannya dengan hampir sempurna.
Artikel Terkait
Jonatan Christie Akui Keunggulan Kunlavut Usai Tumbang di Semifinal Malaysia Open
Drama 10 Gol di Etihad, Dua Bunuh Diri Perparah Pesta City
Baturina Selamatkan Como dari Kekalahan di Detik Akhir
LavAni Hajar Garuda Jaya, Dominasi Penuh di GOR Ahmad Yani