Tapi di titik-titik krusial, Fajar dan Fikri menunjukkan kelasnya. Ketimbang panik, mereka justru terlihat tenang. Fokus mereka tidak goyah.
“Kami coba tetap sabar dan mainkan poin-poinnya satu per satu. Mereka bermain bagus di gim kedua, tapi kami yakin bisa,” ujar Fikri usai pertandingan.
Keyakinan itu terbukti. Di akhir gim yang menegangkan, mereka berhasil memetik dua poin krusial dan mengunci kemenangan 23-21. Sorak penonton pun memecah.
Kemenangan ini jelas bukan sekadar angka. Ini adalah sinyal kuat. Fajar/Fikri menunjukkan mereka siap bertarung di level paling elit. Sekarang, pandangan mereka tertuju ke semifinal. Dengan kepercayaan diri yang menggelegar, langkah berikutnya siap mereka jelajahi.
Artikel Terkait
Jonatan Christie Akui Keunggulan Kunlavut Usai Tumbang di Semifinal Malaysia Open
Drama 10 Gol di Etihad, Dua Bunuh Diri Perparah Pesta City
Baturina Selamatkan Como dari Kekalahan di Detik Akhir
LavAni Hajar Garuda Jaya, Dominasi Penuh di GOR Ahmad Yani