Ia menegaskan, fokusnya adalah pada permainan timnya sendiri, bukan pada keputusan wasit. Ada satu momen kontroversial dimana Inter sempat diberikan penalti, namun kemudian dibatalkan VAR karena dinilai ada pelanggaran dari Bonny lebih dulu.
Menurutnya, tekanan terberat justru datang tepat setelah Inter mencetak gol. Bologna menekan sangat keras dan Inter kesulitan keluar. Tapi babak kedua, ceritanya berbeda. Timnya tampil lebih baik, mengontrol permainan dan menciptakan peluang.
Rotasi dan Keyakinan ke Depan
Keputusan Chivu untuk menempatkan sang kapten, Lautaro Martinez, di bangku cadangan juga menuai tanya. Ia punya alasan jelas.
Rotasi juga ia terapkan di poskiper. Josep Martinez yang tampil kali ini baru saja kembali dari insiden kecelakaan mobil tragis akhir Oktober lalu. Bagi Chivu, setiap pemain di skuadnya layak mendapat kesempatan.
Kekalahan ini memang melanjutkan catatan pahit Inter di ajang Piala Super Italia, setelah musim lalu juga kalah di final. Tapi Chivu tak mau larut. Nada bicaranya penuh keyakinan. Ada pelajaran, ada kepuasan atas intensitas permainan, dan ada tekad untuk bangkit menghadapi tantangan berikutnya. Drama di Riyadh sudah usai, tapi perjalanan musim ini masih sangat jauh.
Artikel Terkait
Marini Anggap Rumor Penggantian Quartararo Cuma Bakar-Bakar
PSM Makassar Lepas Belenggu, Dua Rekrutan Baru Siap Didaftarkan
De Sciglio Ungkap Penolakan ke Liverpool dan Luka Masa Lalu di Milan
Eksklusif: Bek yang Pernah Bermain dengan Messi dan Ronaldo Akhirnya Buka Suara