"Ini debut multi-event pertama kami, jadi pastinya sangat senang. Pemain muda Singapura juga tampil luar biasa, tetapi di gim ketiga kami lebih inisiatif dan agresif," sambungnya.
Reza punya cerita sendiri tentang tekanan di lapangan. Menurutnya, adaptasi dengan atmosfer pertandingan beregu sempat membuat mereka gugup. Konsentrasi pun sempat buyar.
"Di awal pertandingan kami masih adaptasi. Di gim kedua kami sempat hilang fokus," akunya.
"Tapi di gim ketiga bisa langsung in sejak awal dan menjaga ritme hingga akhir," lanjut Reza, menjelaskan kunci keberhasilan mereka bangkit.
Kemenangan itu jelas menjadi momentum pembalik. Setelah poin dari Sabar/Reza, Indonesia seolah mendapat energi baru dan berhasil mengamankan dua partai berikutnya. Kini, satu langkah lagi menuju puncak. Peluang emas terbentang di depan mata, tinggal direbut di final nanti.
Artikel Terkait
Manchester United di Persimpangan: Carrick atau Luis Enrique untuk Kursi Pelatih Tetap?
Arsenal Pertimbangkan Pinjaman untuk Myles Lewis-Skelly Setelah Sepi Menit Bermain
Timnas Wanita Korea Utara Walk Out Saat Hadapi China di Piala Asia 2026
Ernando Ari Dikaitkan dengan Persija Jelang Kontrak Habis di Persebaya